Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyek EBT Star Energy Jadi Katalis Positif Kinerja Barito Pacific (BRPT)

Star Energy mampu menekan beban menjadi US$181,4 juta pada semester I/2021, dibandingkan US$185,3 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Annisa Saumi
Annisa Saumi - Bisnis.com 12 Oktober 2021  |  20:09 WIB
Proyek EBT Star Energy Jadi Katalis Positif Kinerja Barito Pacific (BRPT)
Direksi Barito Pacific berfoto usai rapat umum pemegang saham tahunan kinerja 2018 di Jakarta, Rabu (15/5/2019). - Bisnis/M. Nurhadi Pratomo
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) berpotensi meraih sentimen positif dari bisnis panas bumi dan energi baru terbarukan yang dikelola anak usahanya, Star Energy. 

Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki Yamani melihat, pengembangan energi baru terbarukan (EBT) BRPT lewat Star Energy dapat menjadi katalis positif bagi saham BRPT. Selain itu, pengembangan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jawa 9 dan 10 bersama Indonesia Power juga bisa berdampak positif ke perseroan.

"Namun, kontribusi kedua pembangkit listrik ini ke kinerja perseroan belum akan banyak, karena kontribusi terbesar perseroan berasal dari bisnis petrokimia yang masih di atas 60 persen," kata Yaki dihubungi Bisnis, Selasa (12/10/2021).

Berdasarkan laporan keuangan BRPT per 30 Juni 2021, pendapatan perseroan dari Star Energy tercatat turun tipis 0,15 persen menjadi US$262,19 juta, dari US$262,58 juta dibandingkan dengan semester I/2020.

Namun, Star Energy tercatat mampu menekan beban menjadi US$181,4 juta pada semester I/2021, dibandingkan US$185,3 juta pada periode sama tahun lalu. Dengan ini, laba tahun berjalan Star Energy tercatat naik 4,5 persen menjadi 80,7 juta, dari US$77,25 juta secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Adapun dalam struktur pendapatannya, petrokimia memang masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan BRPT, yakni dengan penjualan ekspor mencapai US$280,5 juta dan lokal mencapai US$979 juta.

Yaki menyarankan bagi investor yang ingin masuk ke saham BRPT untuk buy on weakness (BoW) di area Rp800-Rp900, dengan target terdekat Rp1.100-Rp1.140.

Adapun pada penutupan perdagangan hari ini, saham BRPT cenderung stagnan, atau tidak banyak bergerak di level Rp925 per saham. Saham BRPT diperdagangkan di rentang harga Rp905-Rp955.

Saham ini memiliki PER 31,28 kali dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp86,72 triliun.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham star energy geothermal barito pacific
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top