Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Duo Indofood INDF ICBP Bertumbuh Semester II/2021, Sahamnya Bakal Gurih

Kinerja INDF dan ICBP diprediksi meningkat khususnya pada kuartal IV/2021 seiring dengan pertumbuhan konsumsi masyarakat.
Yuliana Hema
Yuliana Hema - Bisnis.com 08 Oktober 2021  |  13:47 WIB
Kinerja Duo Indofood INDF ICBP Bertumbuh Semester II/2021, Sahamnya Bakal Gurih
Indomie - Ilustrasi/indofood.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Analis memperkirakan kinerja dua saham emiten Grup Salim yaitu saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) akan bertumbuh dengan solid pada semester II/2021. 

Analis Panin Sekuritas Rendy Wijaya memperkirakan kinerja di semester II/2021 masih akan bertumbuh dengan solid beriringan dengan membaiknya kasus Covid-19 sehingga dapat meningkatkan permintaan.  

Rendy menjelaskan ada potensi perlambatan pertumbuhan kinerja INDF dan ICBP pada kuartal III/2021 seiringan dengan tingginya kasus Covid-19. 

"Namun dengan kondisi penanganan Covid-19 yang membaik memasuki kuartal IV/2021, hal ini akan berdampak positif terhadap permintaan produk-produk consumer goods menjelang akhir tahun mendatang," jelas Rendy kepada Bisnis, Jumat (8/10/2021). 

Dia menambahkan tingginya harga CPO saat ini juga menjadi katalis positif bagi agribisnis INDF, sehingga marjin keuntungan juga cenderung meningkat. 

"Dari sisi INDF, dorongan kinerja berasal dari ICBP dan juga agribisnis seiring dengan kenaikan harga CPO global," imbuhnya. 

Rendy menyebut pergerakan harga CPO juga berdampak pada kenaikan harga bahan baku sehingga menghambat pertumbuhan margin laba kotor ICBP. 

Meski begitu, dia menilai margin laba bersih ICBP relatif stabil pada kuartal II/2021 dibandingkan dengan kuartal I/2021.

Faktor lainnya yang memengaruhi kinerja emiten Grup Salim datang dari nilai tukar rupiah yang lebih stabil dan juga penerbitan obligasi global. 

"Penerbitan obligasi global dengan tenor yang lebih panjang juga akan berdampak positif terhadap arus kas perusahaan," pungkasnya. 

Rendy merekomendasikan beli untuk saham ICBP dengan target harga Rp11.300 per saham sedangkan INDF direkomendasikan beli dengan target harga Rp8.850.

Pada akhir sesi I perdagangan Jumat (8/10/2021), saham INDF koreksi 1,12 persen atau 75 poin menjadi Rp6.625. Sepanjang 2021, saham INDF masih turun 3,28 persen.

Setali tiga uang, saham ICBP lesu 0,28 persen atau 25 poin akhir sesi I. Sepanjang tahun berjalan, saham produsen Indomie tersebut koreksi 7,83 persen.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indofood rekomendasi saham indofood sukses makmur indofood cbp sukses makmur grup salim
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top