Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BEI: Aktivitas IPO Indonesia Terbanyak di Asean

Hingga awal Oktober 2021, sudah ada 38 perusahaan baru yang mencatatkan sahamnya di BEI dengan total perolehan dana sebesar Rp32,15 triliun.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 07 Oktober 2021  |  12:31 WIB
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi saat paparan dalam Media Gathering Pasar Modal 2020, Selasa (1/12 - 2020)
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi saat paparan dalam Media Gathering Pasar Modal 2020, Selasa (1/12 - 2020)

Bisnis.com, JAKARTA – Aktivitas pencatatan perusahaan baru pada Bursa Efek Indonesia (BEI) masih tetap semarak di tengah pandemi virus corona. Indonesia bahkan menjadi pasar dengan aktivitas pencatatan saham baru terbanyak di Asia Tenggara.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi mengatakan, gairah investasi di pasar modal Indonesia terus mengalami peningkatan. Hal ini membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami reli positif selama beberapa waktu belakangan.

Gairah investasi tersebut juga terasa pada calon-calon emiten yang hendak melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Data dari BEI mencatat, hingga awal Oktober sudah ada 38 perusahaan baru yang mencatatkan sahamnya di tahun ini dengan total perolehan dana sebesar Rp32,15 triliun.

"Catatan ini membuat perusahaan tercatat di BEI sudah mencapai 750 perusahaan," katanya dalam konferensi pers virtual SimInvestLab Fast Track to Become First Class Investor, Kamis (7/10/2021).

Inarno melanjutkan, banyaknya emiten baru yang melantai menjadikan Indonesia sebagai pasar dengan pencatatan saham terbanyak di wilayah Asia Tenggara.

Menurut Inarno, tren banyaknya emiten baru di bursa Indonesia sudah terlihat sejak 2018 lalu. Data dari EY Global IPO Trend Q2/2021 menyebutkan, Indonesia masuk ke dalam 10 besar negara dengan pencatatan saham tertinggi di dunia.

“Kita sudah masuk 10 besar sebagai pasar dengan pencatatan saham tertinggi di dunia sejak 2018 lalu,” lanjut Inarno.

Ke depannya, Inarno optimistis pertumbuhan emiten-emiten baru di Indonesia akan terus berlangsung. Hingga awal Oktober, BEI masih memiliki 24 calon emiten di daftar tunggu atau pipeline untuk mencatatkan sahamnya di bursa Indonesia.

“Mudah-mudahan 24 perusahaan yang ada di pipeline itu bisa listed tahun ini,” pungkas Inarno.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bei bursa efek indonesia ipo Aksi Korporasi
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top