Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ORI020 Mulai Ditawarkan Besok, Lebih Cuan dari Deposito?

Dengan semakin rendahnya suku bunga bank, gap dari kupon dan suku bunga semakin tinggi maka bisa mendorong kenaikan permintaan dari ORI020 ini. 
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 03 Oktober 2021  |  21:35 WIB
Karyawati menunjukan Uang Rupiah dan Dollar AS di salah satu kantor cabang Bank BNI di Jakarta, Kamis (3/9/2020).  Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawati menunjukan Uang Rupiah dan Dollar AS di salah satu kantor cabang Bank BNI di Jakarta, Kamis (3/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Penawaran obligasi ritel (ORI) seri ORI020 akan dimulai pada Senin (4/10/2021).

Vice President of Economist Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan potensi tersebut mengingat ada tren kenaikan imbal hasil yield dalam dua minggu terakhir sehingga seiring dengan sifatnya yang tradable atau dapat diperdagangkan. 

Josua menyebut bahwa daya tarik ORI kali ini cenderung rendah terutama bagi investor ritel yang berniat memperdagangkannya dalam waktu dekat. 

Kendati demikian, pihaknya mengatakan bahwa dengan semakin rendahnya suku bunga bank, gap dari kupon dan suku bunga semakin tinggi maka bisa mendorong kenaikan permintaan dari ORI020 ini. 

“Bila dilihat dari polanya, meskipun mempunyai kupon yang relatif rendah, surat berharga negara [SBN] konvensional biasanya lebih atraktif di antara para investor seiring dengan sifatnya yang lebih likuid di pasar keuangan,” jelas Josua saat dihubungi Bisnis, akhir pekan lalu. 

Oleh karena itu, ORI020 menurutnya mempunyai potensi untuk mencatatkan penawaran yang lebih tinggi dibandingkan SBN Sukuk Ritel Negara seri SR015 meski memang terbatasi oleh kondisi imbal hasil di dalam negeri secara umum. 

“Diperkirakan penerbitan ORI020 akan mendapatkan penawaran antara Rp20 triliun - Rp30 triliun,” kata Josua.

Hal senada diungkapkan Head of Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana. Menurutnya, meski kupon yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan dengan seri sebelumnya, ORI020 masih akan tetap dicari oleh investor ritel.

Wawan memaparkan, bunga deposito yang rendah dan pandemi berkepanjangan membuat tingkat likuiditas saat ini masih cukup melimpah. Hal ini membuat investor aktif mencari opsi investasi yang aman seperti ORI020.

“ORI juga menawarkan beberapa nilai tambah lain seperti likuiditas dan sifatnya yang dapat diperdagangkan [tradeable],” jelasnya saat dihubungi, Jumat (1/10/2021).

Wawan menambahkan, dibandingkan dengan deposito keuntungan investasi dari ORI020 masih lebih besar. Dengan kupon 4,95 persen, investor akan mendapatkan return bersih sekitar 4,45 persen setelah pajak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Suku Bunga ori surat utang negara Obligasi Pemerintah deposito
Editor : M. Nurhadi Pratomo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top