Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PP Properti (PPRO) Realisasikan 44 Persen Capex hingga Semester I/2021

Anggaran belanja modal PPRO tahun ini fokus pada proyek Park Hotel Lombok dan Mall di Surabaya.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 08 September 2021  |  20:28 WIB
Grand Kamala Lagoon, proyek mixed use besutan PT PP Properti Tbk. Proyek yang berlokasi di Bekasi ini menjadi salah satu proyek properti andalan PP Properti. - grandkamala.com
Grand Kamala Lagoon, proyek mixed use besutan PT PP Properti Tbk. Proyek yang berlokasi di Bekasi ini menjadi salah satu proyek properti andalan PP Properti. - grandkamala.com

Bisnis.com, JAKARTA – Anak perusahaan pelat merah PT PP (Persero) Tbk. (PTPP), PT PP Properti Tbk. telah menggunakan 44 persen anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan tahun ini. 

Direktur Utama PP Properti I Gede Upeksa Negara mengungkapkan perseroan pada paruh pertama 2021 telah merealisasikan Rp107 miliar tepatnya 44,03 persen dari capex emiten berkode saham PPRO itu.

Adapun pada tahun ini PPRO telah menganggarkan belanja modal sebanyak Rp243 miliar.

"Rencana capex sampai akhir tahun Rp243 miliar yang alokasinya untuk Park Hotel Lombok dan Mall di Surabaya,” ujar Gede kepada Bisnis, Rabu (8/9/2021).

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2021, perseroan mengalami penurunan pendapatan usaha sebesar 24,50 persen menjadi Rp583,19 miliar. Sedangkan pada semester I/2020 perseroan mencatatkan pendapatan sebanyak Rp772,47 miliar.

Gede mengungkapkan turunnya pendapatan tersebut disebabkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) juga mempengaruhi kinerja perseroan.

“Kalau kontribusinya memang lebih banyak diisi oleh residensial, di mana kita tahu bahwa bisnis di komersial dan hotel ini cukup tertekan dengan adanya PPKM,” ungkap Gede dalam paparan publik, Rabu (8/9/2021).

Dipaparkan bahwa kontribusi pendapatan perseroan pada enam bulan pertama mayoritasnya yaitu sebanyak Rp537 miliar terdapat pada bisnis realti, sedangkan sisanya sebesar Rp45 miliar berasal dari bisnis properti.

Menurunnya pendapatan perseroan tersebut juga berdampak pada merosotnya laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang mencapai 96,79 persen.

Pada semester I/2021 laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp1,66 miliar, sedangkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya perseroan membukukan Rp51,38 miliar.

Kendati demikian, jumlah aset PPRO mengalami peningkatan dari Rp18,59 triliun pada akhir tahun 2020 menjadi Rp19,04 triliun pada akhir kuartal II/2021. Di mana ekuitas dan liabilitas perseroan juga mengalami peningkatan.

Meski mengalami penurunan kinerja pada semester pertama 2021, Gede mengungkapkan bahwa perseroan tetap optimis akan pertumbuhan kinerja di akhir 2021. Hal ini dikarenakan menurunnya kasus Covid-19 yang diyakini akan mendorong kinerja perseroan di sisa tahun ini.

Perseroan pun memproyeksikan pendapatan pada 2021 sebesar Rp1,7 triliun. Beriringan dengan peningkatan aset menjadi Rp19,62 triliun. Di mana ekuitas perseroan pada akhir 2021 diharapkan mencapai Rp4,76 triliun serta liabilitas menjadi Rp14,86 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

capex pp properti ppro
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top