Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Catat Nih! 5 Cara MNCN Monetisasi Konten Lokal Produksi Sendiri

Konten lokal merepresentasikan lebih dari 90 persen dari seluruh konten yang ada di FDA perseroan yaitu RCTI, MNCTV, GTV, dan iNews.
Sinetron Ikatan Cinta yang tayang di RCTI, salah satu stasiun TV milik PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN).
Sinetron Ikatan Cinta yang tayang di RCTI, salah satu stasiun TV milik PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN).

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten milik Hary Tanoesoedibjo, PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) mengandalkan konten lokal produksi sendiri yang terbukti berimbas positif terhadap kinerja perseroan.  

Direktur Utama Media Nusantara Citra Noersing beralasan bahwa konten lokal hingga saat ini merupakan konten yang menjadi pilihan pertama bagi masyarakat Indonesia. 

Di MNCN, konten lokal ungkapnya merepresentasikan lebih dari 90 persen dari seluruh konten yang ada di FDA perseroan yaitu RCTI, MNCTV, GTV, dan iNews, dan hampir seluruh konten lokal tersebut merupakan produksi perseroan sendiri. 

“Dan ini [konten produksi perseroan] adalah kunci dari kesuksesan kita,” ungkap Noersing dalam acara paparan publik perseroan, Selasa (7/9/2021). 

Noersing beralasan, konten produksi perseroan itu memiliki keunggulan bisa dimonetisasi dengan banyak cara. Dia pun memaparkan setidaknya ada lima cara monetisasi konten produksi sendiri. 

Pertama, konten tersebut akan ditanyakan di televisi milik perseroan. Setelah itu, perseroan bisa menyimpan konten tersebut dalam perpustakaan atau library content perseroan yang kemudian bisa ditayangkan kembali sebagai re-run yang biasanya ditempatkan pada slot non-prime time. Tindakan tersebut juga dapat menghemat beban konten perseroan. 

Ketiga, konten bisa di edit kembali menjadi klip dengan durasi singkat dan diunggah pada channel sosial media perseroan. Langkah tersebut ungkap Noersing akan menghasilkan pendapatan tambahan MNCN. 

Selanjutnya ungkap Noersing, konten yang sama hak tayangnya bisa diberikan kepada pihak ketiga. Mengingat banyaknya emerging OTT player di Indonesia yang membutuhkan konten-konten lokal. 

Di samping itu, perseroan juga bisa menggunakan konten lokal sebagai konten eksklusif yang ada di superpass hiburan perseroan yaitu RCTI+

“Jadi perlu dicatat, seberapa pentingnya produksi konten sendiri karena satu konten bisa kita tempatkan di lima tempat yang berbeda dan di samping bisa menekan beban konten dan juga bisa men-generate arus pendapatan baru,” paparnya.

Noersing melanjutkan, yang tidak kalah penting adalah dengan produksi konten sendiri, perseroan juga bisa menempatkan iklan non reguler pada konten tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper