Surge (WIFI) Kejar Pendapatan Rp400 Miliar Tahun Ini

Perseroan mengandalkan lini serat optik untuk meopang kinerja top line serta bottom line.
CEO PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) Hermansjah Haryono. /Surge
CEO PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) Hermansjah Haryono. /Surge

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten teknologi PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI), atau Surge, menargetkan pendapatan tahun ini menyentuh Rp400 miliar dengan laba bersih hingga Rp30 miliar.

Direktur Pengembangan Bisnis Solusi Sinergi Digital Martha Rebecca mengatakan WIFI dapat mencapai target pendapatan serta laba bersih tahun ini. Adapun penopang utama top line serta bottom line adalah serat optik.

"Kami menargetkan revenue sampai dengan akhir tahun menyentuh Rp400 miliar dengan bottom line pada level Rp 30 miliar," katanya kepada Bisnis, dikutip Minggu (15/8/2021).

Martha menambahkan kombinasi revenue yang didapatkan dari penyewaan dark fiber atau serat optik sepanjang 2.800 km yang dilakukan di wilayah Jawa.

WIFI, lanjutnya, juga akan memanfaatkan infrastruktur jaringan seperti edge data center, iklan dari Free WIFI, transaksi digital, dan media periklanan di kereta, stasiun, pasar, serta media periklanan digital.

"Kami melalui pilar usaha periklanan media di masa PPKM darurat ini tidak melihat pengaruh yang signifikan, karena fokus kami adalah periklanan berbasis digital," ungkapnya.

Pada semester I/2021, WIFI mencetak top line Rp200,2 miliar naik 700 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Namun pendapatan itu ditopang oleh segmen penjualan anyar.

Yakni produk digital yang menyumbang mayoritas penjualan sebesar Rp157,49 miliar. Pada semester I/2020 segmen ini belum sama sekali menghasilkan. Adapun segmen iklan menyumbang Rp52,42 miliar naik 76 persen year-on-year (yoy).

"Kami fokus memperkuat jaringan infrastruktur digital menjangkau masyarakat secara lebih luas melalui tiga pilar usaha, yakni kebutuhan harian masyarakat, media dan hiburan, serta jaringan infrastruktur melalui konektivitas," jelasnya.

Tiga pilar itu, kata Martha, memiliki kombinasi yang unik atas produk-produk digital yang turut mendorong pertumbuhan positif pada bisnis perseroan di semester 1 tahun ini yaitu bundling antara pulsa dan periklanan digital

Sementara itu segmen food & beverage seperti penjualan kopi dan catering tidak menghasilkan sama sekali. Namun, kenaikan pendapatan diikuti dengan peningkatan beban pendapatan yang meroket.

Per Juni 2021, beban penjualan WIFI tercatat sebesar Rp170 miliar atau naik 1600 persen yoy. Secara rasio lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Adapun penyumbang utama naiknya beban disebabkan oleh pos beban langsung produk digital sebesar Rp151 miliar.

"Rasio beban operasi didorong oleh adanya penambahan manpower untuk menunjang usaha perusahaan dan juga beban depresiasi dari penambahan belanja modal," kata Martha.

Meski demikian, WIFI tetap bisa meraih laba bersih sebesar Rp17,78 miliar naik 406 persen yoy. Laba per saham pun ikut meningkat dari posisi Rp1,86 pada tahun lalu menjadi Rp9,26.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper