Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten RS Hermina (HEAL) Stock Split, Begini Rekomendasi Sahamnya 

Adanya stock split 1:5 diharapkan meningkatkan partisipasi investor ritel, sehingga saham HEAL mengalami volume perdagangan yang lebih tinggi. 
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan beli dan menaikkan target pendapatan  untuk emiten rumah sakit, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) yang telah melakukan stock split dengan rasio 1:5. 

Analis Mirae Asset Sekuritas Joshua Michael menuturkan pihaknya merevisi target pendapatan dan laba bersih HEAL sepanjang 2021 berkaca dari meningkatnya angka pasien Covid-19 pada Juli 2021 kemarin. 

"Karena kasus Covid-19 di Juli lebih tinggi dibandingkan pada kuartal I dan kuartal II, jadi ini akan ada menguatan di kuartal III karena dibantu kasus Covid-19 yang naiknya signifikan," jelasnya paparan publik di akun YouTube Mirae Asset Sekuritas, Rabu (4/8/2021). 

Mirae Asset Sekuritas meningkatkan target pendapatan HEAL sepanjang 2021 dari Rp5,4 triliun menjadi Rp6,6 triliun. Sedangkan, target laba bersihnya naik menjadi Rp1,03 triliun dari sebelumnya Rp668 miliar. 

Perkiraan tersebut sudah termasuk dengan pendapatan dari pasien Covid-19 sebesar Rp3,1 triliun dan biaya Vaksinasi Gotong Royong senilai Rp45 miliar.

Menurut Joshua, selama 2022 atau ketika kasus Covid-19 mulai mereda HEAL akan ditopang oleh pengobatan penyakit kronis. Karena itu, pihaknya turut merevisi target pendapatan HEAL pada 2022 menjadi Rp5,85 triliun dari estimasi sebelumnya Rp4,8 triliun. 

Joshua menuturkan Mirae Asset Sekuritas mempertahankan merekomendasikan beli untuk HEAL tetapi dengan target harga yang lebih tinggi sebesar Rp1.700 dibandingkan sebelumnya Rp1.200. 

"Pada dasarnya sifat dari sektor kesehatan itu under supply jadi memang prospeknya masih bagus untuk jangka panjang," pungkasnya.  

Menurut, Joshua dengan adanya stock split ini diharapkan partisipasi investor ritel meningkat, sehingga saham HEAL harus disesuaikan dengan volume perdagangan yang lebih tinggi. 

Sementara itu, dalam keterbukaan informasi Managing Director Medikaloka Hermina Aristo Setiawidjaja mengungkapkan stock split telah selesai dilakukan perseroan dengan mengubah nilai nominal saham Rp100 menjadi Rp20. 

"Rasio stock split 1:5, dengan jumlah saham sebelum stock split 2,978 miliar lembar saham, sementara setelah stock split jumlahnya menjadi 14,89 miliar lembar saham," paparnya, Rabu (4/8/2021).

Pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (4/8/2021), saham HEAL ditutup melemah 1,65 persen atau 20 poin ke level Rp1.190 per saham. Sepanjang perdagangan, saham HEAL terpantau sempat menguat paling tinggi di level Rp1.240. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp17,72 triliun dengan valuasi PER 16,27 kali.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Yuliana Hema
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper