Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Utang SAP Express (SAPX) Meningkat Signifikan, Ini Penjelasan Manejemen

Total kewajiban SAPX pada 30 Juni 2021 sebesar Rp89,52 miliar mengalami kenaikan sebesar 24 persen dari total kewajiban pada 31 Desember 2020 sebesar Rp72,43 miliar.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 03 Agustus 2021  |  13:57 WIB
Utang SAP Express (SAPX) Meningkat Signifikan, Ini Penjelasan Manejemen
Presiden Direktur PT Satria Antaran Prima Tbk Budiyanto Darmastono (tengah), Presiden Komisaris Nency Christanti (kanan), dan Komisaris Independen Prili Budi Pasravita saat pembukaan perdagangan saham dan pencatatan saham PT SAP, di Jakarta, Rabu (3/10/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Liabilitas dan total aset emiten last mile delivery PT Satria Antaran Prima Tbk. (SAPX) meningkat cukup signifikan sepanjang semester pertama 2021. Perseroan tengah mempersiapkan investasi jangka pendek memperkuat layanannya.

Presiden Direktur Satria Antaran Prima Budiyanto Darmastono menuturkan total aset perseroan pada 30 Juni 2021 sebesar Rp229,81 miliar naik sebesar 9 persen dari total aset perseroan pada tanggal 3l Desember 2020 sebesar Rp210,41 miliar.

"Kenaikan pada aset disebabkan oleh investasi jangka-pendek, peningkatan persediaan barang karena proyek ISS, peningkatan beban dibayar dimuka dan uang muka terutama karena penambahan biaya sewa kenaikan pajak dibayar dimuka dikarenakan PPN masukan, kenaikan aset lain-lain diperoleh dari kenaikan uang muka pembelian aset," katanya Selasa (3/8/2021).

Sedangkan untuk penurunan aset disebabkan adanya pencairan deposito dan depresiasi atas aset tetap.

Pajak dibayar di muka meningkat 933 persen menjadi Rp386 miliar dari Rp374,53 miliar, posisi persediaan perseroan meningkat menjadi Rp1,86 miliar naik 158 persen dari Rp723,57 juta

Di sisi lain, total kewajiban perseroan pada 30 Juni 2021 sebesar Rp89,52 miliar mengalami kenaikan sebesar 24 persen dari total kewajiban pada 31 Desember 2020 sebesar Rp72,43 miliar.

"Kenaikan kewajiban karena utang lain-lain pihak ketiga pembayaran uang muka oleh pelanggan dan adanya pembagian dividen. Sedangkan untuk penurunan nilai kewajiban karena pembayaran utang usaha, utang pembiayaan konsumen yang jatuh tempo dalam satu tahun dan pelunasan utang bank," jelasnya.

Kenaikan liabilitas SAPX terjadi pada utang usaha pihak ketiga menjadi Rp26,09 miliar naik 63 persen dari Rp15,96 miliar, serta uang muka pelanggan meningkat 30 persen menjadi Rp1,85 miliar dari Rp1,42 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

utang Kinerja Emiten Satria Antaran Prima
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top