Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Menanti Dampak Bisnis dari Aksi Korporasi Jumbo Chandra Asri (TPIA)

Aksi korporasi bernilai jumbo yang melibatkan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) diyakini akan membantu perseroan memacu kinerja bisnisnya ke depan.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 30 Juli 2021  |  20:27 WIB
Pasar Menanti Dampak Bisnis dari Aksi Korporasi Jumbo Chandra Asri (TPIA)
Pekerja mengoperasikan mesin di komplek pabrik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), Cilegon, Banten. - Antara / Muhammad Iqbal
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) melakukan sejumlah aksi korporasi jumbo. 

Emiten petrokimia tersebut mengumumkan kedatangan Thai Oil Public Company Limited (Thaioil) sebagai calon investor strategis baru. Perusahaan kilang refinery milik PTT Public Company Limited tersebut bakal hadir sebagai pemodal baru perseroan lewat pembelian saham pada aksi rights issue TPIA dalam waktu dekat. 

Nantinya, Thaioil akan memperoleh porsi 15 persen kepemilikan saham TPIA. Meski demikian, kepemilikan tersebut tidak akan menggerus persentase saham yang dimiliki PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) dan SCG Chemicals Co Ltd selaku dua investor existing TPIA saat ini. 

"Ini adalah momen yang luar biasa bagi Chandra Asri. Hasil dari right issue akan secara signifikan meningkatkan rencana kami untuk mengembangkan kompleks petrokimia kedua kami, seiring dengan langkah Perseroan untuk mempercepat pengambilan FID [Final Investment Decision] pada tahun 2022," tutur Presiden Direktur TPIA Erwin Ciputra lewat siaran pers Jumat (30/7/2021).

Dana segar dari injeksi yang dilakukan Thaioil serta SCG melalui rights issue tersebut diperkirakan mencapai US$1,3 miliar. Jika dikonversi ke rupiah, maka angkanya setara dengan Rp18,85 triliun.  

Selain itu, pembangunan kompleks petrokimia kedua TPIA, yang dikenal sebagai CAP2, memang membutuhkan dana jumbo yang ditaksir bakal menyentuh US$5 miliar. Selain investasi Thaioil, dana tambahan dari aksi rights issue berikut sumber lain diharapkan bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

Analis Senior CSA Research Reza Priyambada mengatakan terkait dengan aksi korporasi TPIA tentunya pelaku pasar berharap dengan perolehan dana besar itu dapat memberikan peningkatan value perusahaan. Di sisi lain, TPIA diharapkan mampu membuat rencana ekspansi yang lebih besar.

"Apalagi mereka juga baru mendapatkan investasi dari salah 1 perusahaan migas di Thailand maka nantinya bisa menambah kapasitas dari TPIA," kata Reza kepada Bisnis, Jumat (30/7/2021)

Menurutnya, aksi korporasi tersebut mendapat reaksi pasar atau respon pasar yang positif.

"Tapi ke depannya akan seperti apa, tentu pasar akan menantikan realisasi dari pemanfaatan dana RI tersebut yang dapat menambah value perusahaannya," katanya.

Adapun pada perdagangan di akhir pekan ini, harga saham TPIA masih di zona hijau pada level Rp9.000 dengan kenaikan harga saham sebesar 3,58 persen dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya. 

Dalam setahun berjalan atau year to date (ytd) saham TPIA juga meonjak meskipun masih tipis hanya sebesar 3,58 persen.  Adapun TPIA memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp167,64 triliun, dengan rasio PER 35,17 kali.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

petrokimia thailand chandra asri prajogo pangestu
Editor : Yustinus Andri DP
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top