Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PPKM Darurat Diprediksi Tekan IHSG, Rekomendasi Saham ADRO hingga MTDL

Pergerakan IHSG hari ini akan dipengaruhi oleh reaksi pelaku pasar terhadap keputusan perpanjangan PPKM Darurat hingga 25 Juli 2021. 
Pengunjung memotret layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko cenderung tertekan pada perdagangan Rabu (21/7/2021) di tengah merosotnya bursa global.

Pada Senin (19/7/2021), indeks komposit melemah 0,91 persen atau 55,12 pon menjadi 6.017. Di sepanjang hari perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 6.015 - 6.063. Bursa Efek Indonesia kemarin, Selasa (20/7/2021) libur Iduladha.

Analis PT NH Korindo Sekuritas Indonesia Dimas Pratama menyampaikan ketiga indeks utama AS berhasil rebound secara signifikan pada penutupan Rabu (20/7/2021), setelah aksi jual masif di awal pekan.

Investor kembali memburu saham-saham industri dan transportasi yang sempat terkoreksi tajam akibat kekhawatiran naiknya kasus Covid-19 varian Delta. Sementara imbal hasil US Treasury 10-tahun masih melanjutkan trend penurunan ke kisaran 1,2 persen.

Dari bursa domestik, pergerakan IHSG hari ini akan dipengaruhi oleh reaksi pelaku pasar terhadap keputusan perpanjangan PPKM Darurat hingga 25 Juli 2021. Pemerintah berencana untuk melakukan pembukaan kegiatan bertahap apabila trend penurunan angka Kasus Covid-19 dapat berlanjut. 

"Secara teknikal, IHSG masih berpotensi untuk tertekan dengan rentang pergerakan 5.950 - 6.130," paparnya dalam publikasi riset.

Rekomendasi saham hari ini adalah ERAA, ADRO, IPCM, INAF, dan MTDL.

ERAA BUY TP 620 CL 570

ADRO BUY TP 1300 CL 1235

IPCM BUY ON WEAKNESS TP 480 CL 416

INAF BUY TP 3300 CL 3030

MTDL ACCUM BUY TP 2510 CL 2300

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper