Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antisipasi Volatilitas Pasar Saham, Ini Strategi Manajer Investasi Olah Reksa Dana

Potensi reksa dana saham pada paruh kedua tahun 2021 masih cukup tertekan karena pemberlakuan PPKM Darurat.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 14 Juli 2021  |  11:55 WIB
Antisipasi Volatilitas Pasar Saham, Ini Strategi Manajer Investasi Olah Reksa Dana
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/3/2020). - ANTARA / Galih Pradipta
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah manajer investasi (MI) menyiapkan sejumlah strategi guna mengatasi tekanan terhadap pasar reksa dana saham di paruh kedua tahun 2021.

Equity Fund Manager PT Avrist Asset Management (Avrist AM) Billy Nugraha mengatakan, potensi reksa dana saham pada paruh kedua tahun 2021 masih cukup tertekan. Hal ini disebabkan oleh pemberlakuan PPKM Darurat untuk menekan penyebaran kasus positif virus corona akan memperlambat laju pemulihan ekonomi.

"Sentimen ini akan semakin membebani laju indeks dan perekonomian apabila rencana perpanjangan PPKM Darurat selama 6 pekan terealisasi," katanya pada Selasa (13/7/2021) kemarin.

Sementara itu, dari sisi pasar saham, Billy mengatakan pelemahan beberapa sektor akan turut berdampak pada kinerja IHSG dan reksa dana saham. Salah satu segmen yang akan cukup tertekan adalah konsumer seiring dengan melemahnya daya konsumsi masyarakat.

Guna mengantisipasi volatilitas pasar saham di semester II/2021, Billy mengatakan Avrist AM telah melakukan sejumlah strategi. Salah satunya adalah melakukan monitoring yang konstan untuk melakukan sector shifting pada produk reksa dana.

Ia mengatakan, efek yang menjadi pertimbangan pihaknya adalah efek-efek yg memiliki momentum sektoral serta memiliki potensi trading opportunity yang cukup tinggi.

“Apabila ada trading opportunity pada sektor tertentu dengan momentum kuat, kami akan ambil momentum tersebut untuk meng-offsite penurunan saham-saham big caps,” jelasnya.

Avrist AM juga selalu menjaga porsi kas yang dimiliki. Billy mengatakan tujuan langkah tersebut adalah agar Avrist dapat memanfaatkan momentum kenaikan atau penurunan saham.

Sementara itu, Direktur Utama PT Trimegah Asset Management (Trimegah AM) Antony Dirga mengatakan, pihaknya akan berfokus pada optimalisasi sektor dan juga disertai pemilihan saham-saham yang taktis sebagai strategi untuk mengantisipasi rebound yang dipercaya akan terjadi pada pasar dan juga reksa dana saham.

Strategi tersebut menurut Antony mampu menorehkan kinerja yang positif untuk beberapa reksa dana saham manajer investasi tersebut di semester pertama tahun yang disebutnya penuh tantangan ini.

“Ke depan, strategi Trimegah AM di semester kedua ini tentunya akan sejalan dengan view yang kami utarakan. Untuk reksa dana saham tentunya kami akan membangun posisi yang lebih agresif untuk mengantisipasi rebound yang akan terjadi di pasar,” paparnya.

Berdasarkan pengamatan Antony, sektor-sektor terkait old economy yang mengalami de-rating akan terus mengalami tren penurunan. Sebaliknya, sektor-sektor terkait new economy, misalnya teknologi, akan terus mengalami tren kenaikan.

Oleh karena itu, Trimegah AM menurutnya akan melanjutkan mengalokasikan dana pada sektor yang optimal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG manajer investasi reksa dana investasi reksa dana
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top