Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mantap! Serapan Capex dan Ekspansi Gerai Alfamart (AMRT) On The Track

Pada 2021, AMRT menyiapkan belanja modal Rp2,5 triliun–3 triliun dalam rangka penambahan 650 gerai–850 gerai.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 12 Juli 2021  |  07:07 WIB
Pramuniaga memasukkan barang yang telah dibeli konsumen ke dalam kantong plastik di salah satu mini market di kawasan Jakarta Timur, Jumat (1/3/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto
Pramuniaga memasukkan barang yang telah dibeli konsumen ke dalam kantong plastik di salah satu mini market di kawasan Jakarta Timur, Jumat (1/3/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Ekspansi gerai pada ritel modern format minimarket PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) masih berlanjut sepanjang semester I/2021.

Salah satu perusahaan ritel yang melaporkan keberlanjutan ekspansi adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), emiten pengelola ritel Alfamart. Pada 2021, perusahaan menyiapkan belanja modal Rp2,5 triliun–3 triliun dalam rangka penambahan 650 gerai–850 gerai.

Direktur Corporate Affairs Alfamart Solihin mengatakan penambahan gerai pada semester I/2021 berjalan sesuai target, meski dia belum bisa memperinci total penambahan gerai dalam periode tersebut. Tahun lalu, perusahaan berhasil menambah gerai Alfamart dari 14.430 unit per Januari 2020 menjadi 15.434 unit pada Desember 2020.

“Sepanjang semester I semua masih on the track sesuai target, termasuk rencana penyerapan dana untuk pembukaan gerai baru,” kata Solihin kepada Bisnis, Sabtu (10/7/2021).

Dia mengatakan perusahaan akan terus melihat perkembangan pandemi untuk menentukan langkah bisnis selanjutnya. Dia tidak memungkiri pembatasan mobilitas turut memengaruhi kunjungan ke gerai, terutama yang berlokasi di wilayah perkantoran.

Solihin juga menyebutkan kebijakan terbaru dari Kementerian Perdagangan mengenai penambahan gerai ritel tidak terlalu memengaruhi rencana penambahan gerai. Sebagaimana diketahui, pelaku usaha ritel modern diwajibkan untuk mewaralabakan tokonya jika gerai yang dimiliki telah mencapai 150 unit.

Kewajiban ini tertuang dalam Pasal 10 Peraturan Menteri Perdagangan No. 23/2021 tentang Pedoman Pengembangan, Penataan, dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan yang mulai berlaku pada 1 Mei 2021.

Dalam ketentuan pendahulunya, pelaku usaha ritel bisa memilih antara menjalin kemitraan atau mewaralabakan gerai barunya jika sudah berjumlah lebih dari 150 unit.

“Pada prinsipnya perusahaan jaringan ritel seperti Alfamart ingin gerainya waralaba. Namun jika tidak ada yang mau bagaimana? Bagi perusahaan jaringan seperti kami jika ada yang waralaba kami tidak perlu investasi. Bahkan kami punya departemen tersendiri untuk mencari franchise,” paparnya.

Solihin menjelaskan jumlah gerai franchise telah mencapai 4.000 unit. Mengutip laporan AMRT, terdapat 3.998 gerai franchise per Desember 2020. Angka tersebut naik dibandingkan dengan jumlah gerai waralaba pada 2019 yang berjumlah 3.738 unit.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel Kinerja Emiten alfamart sumber alfaria trijaya
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top