Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengekor Wall Street, Bursa Asia Dibuka Variatif

Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang melemah masing-masing 0,34 persen dan 0,15 persen, sedangkan indeks Kospi melemah 0,33 persen. Adapun indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,13 persen.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 09 Juni 2021  |  08:34 WIB
Bursa Asia -  Bloomberg.
Bursa Asia - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia Pasifik dibuka variatif pada awal perdagangan Rabu (9/6/2021), mengikuti laju bursa AS pada perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang melemah masing-masing 0,34 persen dan 0,15 persen, sedangkan indeks Kospi melemah 0,33 persen. Adapun indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,13 persen.

Kontrak bursa AS stabil setelah S&P 500 ditutup menguat tipis di atas rekor penutupan 7 Mei. Penurunan saham bioteknologi setelah reli Senin mengimbangi kenaikan saham teknologi.

Fokus investor tetap tertuju pada laporan indeks harga konsumen AS, yang dapat memengaruhi persepsi tentang kapan Federal Reserve kemungkinan akan mulai membahas pengurangan pembelian aset.

Pelaku pasar akan waspada terhadap segala dampak setelah pengesahan undang-undang untuk menginvestasikan hampir $250 miliar dalam memperkuat manufaktur dan teknologi AS untuk memenuhi tantangan dari China.

Regulator di China telah menginstruksikan kreditur utama China Evergrande Group untuk melakukan putaran baru stress test terhadap eksposur ke pengembang dengan tingkat utang palingbesar di China.

Perdebatan mengenai apakah inflasi akan mendorong bank sentral untuk mengurangi stimulus lebih awal dari yang diharapkan tetap menjadi kunci bagi investor.

"Rentang perdagangan yang ketat terlihat sejauh ini bulan ini mencerminkan suasana hati-hati di pasar menjelang data inflasi," kata analis pasar keuangan senior City Index Fiona Cincotta, dilansir dari Bloomberg.

"Sementara The Fed meyakinkan bahwa lonjakan inflasi ini bersifat sementara, pembuat kebijakan harus berbondong-bondong untuk menenangkan pasar,” lanjutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia bursa as
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top