Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Minyak Menghangat, Didorong Prospek Permintaan. Sempat Sentuh US$72

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus, naik 58 sen menjadi US$71,89 per barel, setelah sempat menyentuh US$72,17 atau level tertinggi sejak Mei 2019.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Juni 2021  |  07:41 WIB
Aktivitas di kilang minyak Nasiriyah, Irak. - Bloomberg.
Aktivitas di kilang minyak Nasiriyah, Irak. - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Jumat (4/6/2021).

Harga minyak Brent sempat menyentuh US$72 per barel untuk pertama kalinya sejak 2019 karena disiplin pasokan OPEC+ dan pemulihan permintaan mampu mengatasi kekhawatiran tentang peluncuran vaksinasi Covid-19 yang tidak merata di seluruh dunia.

Dilansir Antara, Sabtu (5/6/2021) minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus, naik 58 sen menjadi US$71,89 per barel, setelah sempat menyentuh US$72,17 atau level tertinggi sejak Mei 2019.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli bertambah 81 sen menjadi menetap di US$69,62 per barel dan sebelumnya sempat mencapai US$69,76 atau tertinggi sejak Oktober 2018.

Untuk minggu ini, harga acuan minyak mentah berjangka Brent terangkat 4,6 persen, sementara minyak mentah WTI melonjak 5,0 persen berdasarkan kontrak bulan depan.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya yang dikenal sebagai OPEC+ pada Selasa (1/6/2021) mengatakan mereka akan tetap berpegang pada pembatasan pasokan yang disepakati.

Sebuah laporan pasokan mingguan pada Kamis (3/6/2021) menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun lebih dari yang diperkirakan minggu lalu.

Minyak menguat setelah angka AS menunjukkan data pengupahan (payrolls) nonpertanian meningkat 559.000 pekerjaan bulan lalu. Dolar AS melemah setelah laporan tersebut, membuat minyak lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya dan memberikan dukungan untuk harga minyak.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,41 persen menjadi 90,1401 pada akhir perdagangan Jumat (4/6/2021). Secara historis, harga minyak berbanding terbalik dengan harga dolar AS.

Harga minyak juga melayang lebih tinggi setelah perusahaan-perusahaan energi AS minggu ini memangkas jumlah rig minyak dan gas alam yang beroperasi, untuk pertama kalinya dalam enam minggu, data dari perusahaan jasa energi Baker Hughes menunjukkan.

"Setelah banyak bermalas-malasan, Brent tampaknya telah menemukan titik baru di atas US$70. Musim panas dan pembukaan kembali ekonomi global adalah faktor bullish untuk permintaan minyak di paruh kedua tahun ini," kata Pialang Minyak PVM Stephen Brennock.

Faktor lain yang juga mendongkrak harga minyak minggu ini adalah perlambatan dalam pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran mengenai program nuklir Teheran, yang mengurangi harapan kembalinya pasokan minyak Iran.

"Pasar energi terkunci dalam pembicaraan nuklir Iran yang akan dimulai minggu depan," kata Analis Pasar Senior OANDA Edward Moya.

Moya menambahkan perundingan putaran kelima akan memanas minggu depan dan akan membuat harga minyak tetap didukung karena Teheran akan tetap pada garis merah mereka untuk memulihkan kesepakatan nuklir.

Sementara itu, produksi minyak mentah AS kemungkinan akan tumbuh lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya karena produsen hanya menambahkan sejumlah rig tambahan untuk meningkatkan produksi, memilih untuk mendorong harga, dan keuntungan yang lebih tinggi sebagai gantinya.

Sementara meningkatnya permintaan dan kecepatan vaksinasi di negara-negara seperti Amerika Serikat telah mendorong minyak, peluncuran inokulasi yang lebih lambat dan infeksi yang tinggi di negara-negara seperti Brazil dan India memukul permintaan di pasar minyak dengan pertumbuhan tinggi.

“Tidak setiap negara di dunia berada dalam mode pemulihan penuh, tetapi saat ini tampaknya tidak ada hambatan yang dapat membalikkan momentum bullish yang dibawa oleh permintaan musim panas yang kuat,” kata Analis Pasar Minyak Rystad Energy, Louise Dickson.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak harga minyak mentah harga minyak brent harga minyak mentah wti

Sumber : Antara

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top