Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akibat Aksi Ambil Untung, Harga Emas Turun di Bawah US$1.900

Harga emas telah menguat selama dua bulan berturut-turut, sehingga secara statistik sudah overbought.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Mei 2021  |  06:26 WIB
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi. - Bloomberg
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Emas tergelincir pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), kembali berada di bawah level psikologis US$1.900. Hal ini dipicu aksi ambil untung investor setelah harga emas sempat mencapai posisi tertinggi sejak awal Januari 2021.

Mengutip Antara, Jumat (28/05/2021), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di Comex New York Exchange, merosot US$5,3 atau 0,28 persen menjadi ditutup pada US$1.898,50 per ounce. Sebelumnya pada Rabu (26/5), emas berjangka naik US$3,2 atau 0,17 persen menjadi US$1.901,20, penyelesaian pertama di atas 1.900 dolar AS sejak awal Januari.

Emas berjangka juga melonjak US$13,50 atau 0,72 persen menjadi US$1.898 pada Selasa (25/5), setelah meningkat US$7,8 atau 0,42 persen menjadi US$1.884,50 pada Senin (24/5), dan jatuh US$5,2 atau 0,28 persen menjadi US$1.876,70 pada Jumat (21/5).

"Ekonomi AS berada di lintasan yang kokoh untuk pertumbuhan dan kekhawatiran inflasi telah sedikit surut karena Federal Reserve telah berhasil meyakinkan pasar bahwa itu memang hanya akan sementara," kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff.

Data menunjukkan klaim pengangguran baru AS turun lebih dari yang diperkirakan. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS pada pekan yang berakhir 22 Mei turun 38.000 menjadi 406.000, jumlah permintaan kompensasi paling sedikit.

Sementara pertumbuhan ekonomi mengalami percepatan pada kuartal pertama. Departemen Perdagangan AS membukukan produk domestik bruto AS yang direvisi pada 6,4 persen di kuartal pertama.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan turun tipis, diterjemahkan ke dalam pengurangan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Investor juga sedang menunggu laporan konsumsi pribadi AS bulanan pada Jumat waktu setempat.

“Kami tidak memiliki banyak orang yang datang untuk membeli emas sekarang karena emas telah berlari selama dua bulan berturut-turut, secara statistik sudah overbought,” kata Michael Matousek, kepala pedagang di U.S. Global Investors.

Di sisi fisik, impor emas ke China konsumen utama dari Hong Kong dan Swiss melonjak pada April.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 6,3 sen atau 0,23 persen menjadi ditutup pada US$27,94 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun US$21,1 atau 1,76 persen menjadi ditutup pada US$1.179,10 per ounce.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini logam mulia

Sumber : Antara

Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top