Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HM Sampoerna (HMSP) Tebar Dividen 2020 Rp72,8 per Saham, Total Rp8,46 Triliun

Emiten rokok HM Sampoerna HMSP akan menebar dividen tunai sekitar Rp8,46 triliun untuk tahun buku 2020.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 27 Mei 2021  |  12:21 WIB
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Mindaugas Trumpaitis.  - Sampoerna
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Mindaugas Trumpaitis. - Sampoerna

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten produsen rokok, PT HM Sampoerna Tbk., membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2020 sebesar Rp72,8 per saham.

Hal tersebut diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan 2020 yang diselenggarakan pada Kamis (27/5/2021).

Adapun, per 30 April 2021 jumlah pemegang saham emiten berkode saham HMSP itu sebanyak 116.318.076.900 atau sekitar 116,31 miliar saham.

Dengan demikian, HMSP akan menebar dividen tunai sekitar Rp8,46 triliun untuk tahun buku 2020. Jumlah dividen itu lebih kecil dibandingkan dengan yang dibagikan pada 2019.

Tahun lalu, HMSP membagikan dividen dengan payout ratio hingga 101,53 persen untuk tahun buku 2019. Produsen rokok merek Djie Sam Soe itu membagikan dividen Rp13,93 triliun atau Rp119,8 per saham.

Pada 2020, HMSP mengantongi laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp8,58 triliun, menyusut 37,46 persen dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar Rp13,72 triliun.

Selain itu, HMSP mencetak pendapatan sebesar Rp92,42 triliun pada 2020. Perolehan itu juga lebih rendah 12,85 persen dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar Rp106,05 triliun.

Presiden Direktur HM Sampoerna Mindaugas Trumpaitis menjelaskan bahwa langkah penanggulangan pandemi Covid-19 dan pembatasan sosial menciptakan lingkungan pasar yang menantang dan mempengaruhi permintaan domestik.

Lebih lanjut, pada 2020 terdapat kenaikan tarif cukai hasil tembakau secara rata-rata tertimbang sebesar 24 persen dan kenaikan harga jual eceran (HJE) sebesar 46 persen.

Kedua faktor tersebut berdampak pada penurunan volume industri hasil tembakau nasional sebesar 9,7 persen pada tahun 2020, sekaligus juga berdampak pada kinerja perseroan. 

“Kondisi ekonomi yang menantang berakibat pada penurunan volume penjualan perseroan yang signifikan, mencapai 19,3 persen pada tahun 2020. Pandemi Covid-19 memperburuk isu daya beli masyarakat yang bahkan sudah ada sejak sebelum pandemi,” dikutip dari keterangan resminya, Kamis (27/5/2021).

Menurut dia, pembatasan sosial di wilayah perkotaan di mana pangsa pasar perseroan besar, mengakibatkan dampak yang signifikan terhadap portofolio HMSP.

Kendati demikian, HMSP tetap mempertahankan kepemimpinan pasar dengan pangsa pasar sebesar 28,8 persen pada 2020.

Sebelumnya, Analis Bloomberg Intelligence Alvin Tai mengatakan bahwa pembayaran dividen untuk tahun buku 2020 terancam tidak besar seperti tahun sebelumnya karena kenaikan tarif cukai dan konsumsi tembakau yang lebih rendah tampaknya dapat membebani arus kas operasi perseroan pada tahun ini.

Tercatat, dividen payout ratio (DPR) HMSP untuk tahun buku 2012 hingga 2019 berhasil berada di atas 98 persen.

“Namun, posisi kas bersih dan rasio belanja modal terhadap penjualan yang rendah dapat membantu perseroan mempertahankan pembayaran dividen yang tinggi,” tulis Alvin Tai dikutip dari risetnya yang dipublikasikan melalui Bloomberg.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dividen RUPS hm sampoerna
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top