Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lakukan Restrukturasi, Krakatau Steel (KRAS) Raih Laba Rp326 Miliar Pada 2020

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tahun 2020 emiten berkode saham KRAS tersebut membalik kerugian di tahun 2019 sebesar US$505,39 juta menjadi laba sebesar US$22,64 juta.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 25 Mei 2021  |  15:21 WIB
Karyawan PT Krakatau Steel Tbk. menyelesaikan pembuatan pipa baja disebuah pabrik di Cilegon, Banten. Bisnis
Karyawan PT Krakatau Steel Tbk. menyelesaikan pembuatan pipa baja disebuah pabrik di Cilegon, Banten. Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di tahun 2020 mencatatkan laba bersih sebesar US$22,64 juta atau setara dengan Rp326 miliar yang dipengaruhi oleh restrukturisasi dari perseroan.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengungkapkan restrukturisasi dan transformasi yang berdampak pada efisiensi serta peningkatan produktivitas sangat berpengaruh pada perolehan laba Krakatau Steel di tahun 2020.

“Dengan Krakatau Steel yang semakin efisien dan produktif, kami menjadi lebih kompetitif dalam melakukan aktivitas usaha kami yang berdampak pada peningkatan kinerja,” kata Silmy dalam keterangan resmi, Selasa (25/5/2021).

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tahun 2020 emiten berkode saham KRAS tersebut membalik kerugian di tahun 2019 sebesar US$505,39 juta menjadi laba sebesar US$22,64 juta.

Namun emiten tersebut justru membukukan penurunan pendapatan bersih sebesar 4,93 persen dari US$1,42 miliar pada 2019 menjadi US$1,35 miliar atau setara Rp19,44 triliun pada 2020.

Efisiensi pada emiten tersebut menjadikan perseroan mampu menurunkan biaya operasional sebesar 41 persen di tahun 2020, dari Rp4,8 triliun pada 2019 menjadi Rp2,8 triliun.

Selain itu dalam rilis resmi disebutkan juga terdapat penurunan biaya energi sebesar 46 persen menjadi Rp295 miliar, penurunan biaya utility sebesar 27 persen menjadi Rp564 miliar, serta penurunan pada biaya consumable dan sparepart masing-masing 61 persen menjadi Rp230 miliar dan 59 persen menjadi Rp65 miliar.

Lebih lanjut Silmy mengatakan perseroan menargetkan peningkatan pendapatan sebesar 43 persen pada tahun ini 2021, yaitu mencapai Rp28 triliun karena semakin membaiknya kinerja perseroan di tahun 2020.

“Kami menargetkan pendapatan meningkat 43 persen untuk tahun 2021 yaitu sebesar Rp28 triliun. Dengan segala perbaikan fundamental ini, kami meyakini Krakatau Steel dapat mempertahankan keuntungan untuk di tahun-tahun mendatang,” pungkas Silmy.

Sementara itu Menteri BUMN Erick Tohir dalam keterangan tertulis mengapresiasi emiten tersebut karena telah bisa membalikkan kinerja perusahaan yang dalam 8 tahun terakhir dari tahun 2012 secara berturut-turut mengalami kerugian.

“Krakatau Steel telah berhasil melakukan restrukturisasi dan transformasi dengan baik. Saya meyakini kinerja Krakatau Steel akan semakin baik ke depannya,” ujar Erick dalam keterangan yang sama, dikutip Selasa (25/5/2021).

KRAS dalam laporan keuangan 2020, mengalami peningkatan total aset, baik dari segi aset tidak lancar maupun aset lancar. Total aset pada 2021 tercatat naik menjadi US$3,49 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$3,29 miliar.

Selanjutnya perseroan juga meningkatkan total ekuitas menjadi US$448,72 juta pada 2020, sedangkan tahun 2019 tercatat sebesar US$347,24 juta.

Sementara itu, peningkatan juga terlihat pada total liabilitas KRAS pada 2020 sebesar US$3,04 miliar dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar US$2,94 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN krakatau steel Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top