Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nilai Tukar Rupiah Dibuka Melemah 0,12 Persen

Nilai tukar rupiah melemah 0,12 persen atau 17,5 poin menjadi Rp14.290 per dolar AS
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 19 Mei 2021  |  09:15 WIB
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah dibuka melamah pada perdagangan Rabu (19/5/2021).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah melemah 0,12 persen atau 17,5 poin menjadi Rp14.290 per dolar AS. Sementara itu, Indeks dolar AS naik 0,07 persen ke 89,816. 

Sebelumnya, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, rupiah masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatannya. 

"Mata uang rupiah kemungkinan dibuka fluktuatif, tetapi ditutup menguat di kisaran Rp14.250 hingga Rp14.290 per dolar AS,” ujar Ibrahim dikutip dari keterangan resminya, Rabu (19/5/2021).

Adapun, pada penutupan perdagangan Selasa (18/5/2021) rupiah ditutup di level 14.272 setelah menguat 10 poin atau 0,07 persen. Penguatan rupiah terjadi bersamaan dengan mayoritas mata uang Asia lainnya. Dolar Taiwan menguat paling tinggi yakni 0,60 persen, diikuti dolar Singapura yang naik 0,46 persen dan won Korea Selatan yang naik 0,41 persen.

Kemudian berturut-turut rupee India terpantau naik 0,30 persen, yuan China 0,20 persen, baht Thailand 0,16 persen, ringgit Malaysia 0,14 persen, dan peso Filipina naik 0,09 persen. Hal ini seiring adanya kekhawatiran atas laju pemulihan global bakal kembali merayap menyusul gejolak kasus virus Covid-19 di beberapa bagian Asia. Di sisi lain, investor juga menanti rilis hasil pertemuan The Fed. 

Dari dalam negeri, pemerintah terus menyuarakan, pertumbuhan ekonomi akan tumbuh 7 persen di kuartal II tahun ini. Namun Ibrahim menilai impian tersebut masih bertolak belakang dengan realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal I yang masih resesi. 

Meskipun demikian, dia menyebut tak menutup kemungkinan optimisme mimpi besar pemerintah bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal II/2021 akan tumbuh 7 persen akan terealisasi karena banyak sektor yang sudah kembali berjalan mendekati normal. 

“Salah satunya Industrial produk sudah mulai bergerak normal kembali, Ritel sudah menggeliat, konsumsi masyarakat sudah lebih baik, BLT terus di kucurkan, dana bantuan UMKM terus disalurkan dan vaksinasi terus digencarkan, bahkan pemerintah sudah menyuntikan vaksin sebanyak 23 juta dosis,” ujar dia.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kurs Rupiah
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top