Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Dibuka Melemah, Kembali ke Level Rp14.300

Pelaku pasar saat ini terus memantau perkembangan kasus Covid-19 di dalam negeri, walaupun memang angka kasus positif terus melandai.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 18 Mei 2021  |  09:17 WIB
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali dibuka di zona merah pada perdagangan Selasa (18/5/2021).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah melemah 0,12 persen atau 17,5 poin menjadi Rp14.300 per dolar AS. Sementara itu, Indeks dolar AS turun 0,06 persen ke 90,108.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah diprediksi mengalami pelemahan pada perdagangan Selasa (18/05/2021), seiring dengan bertambahnya kasus baru positif Covid-19.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, kenaikan dollar AS terjadi karena kekhawatiran yang dipicu peningkatan kasus dari Covid-19 di beberapa negara Asia. Pelaku pasar saat ini terus memantau perkembangan kasus Covid-19 di dalam negeri, walaupun memang angka kasus positif terus melandai.

Namun masuknya berbagai varian baru virus tersebut ditambah dengan adanya fenomena mudik meski telah dilarang menurut Ibrahim patut untuk diwaspadai. Apalagi minggu ini akan ada gelombang arus balik.

“Banyak yang khawatir jika masyarakat nekat mudik hanya akan menjadi super spreader. Ini bahaya! Jika berkaca pada India, keteledoran harus dibayar dengan mahal,” papar Ibrahim, 

Negara-negara tetangga seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia telah melakukan lockdown, sehingga membuat Indonesia harus waspada agar varian baru virus Covid-19 tidak menyebar dan perlu adanya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat menurutnya.

Terdapat lebih dari 1,5 juta orang tercatat mudik. Berdasarkan random sampling kepolisian, 60 persen pemudik terinfeksi Covid-19. Artinya bagi pasar kenaikan infeksi virus tersebut menunjukkan adanya risiko.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kurs Rupiah
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top