Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EBITDA Siap Melonjak, Fitch Pertahankan Peringkat Inalum

EBITDA konsolidasi Inalum akan melonjak hampir 40 persen pada 2021. Sementara EBITDA mandiri perseroan meningkat sekitar 45 persen, didorong oleh volume dan harga yang lebih tinggi untuk sebagian besar produk perseroan.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 04 Mei 2021  |  09:13 WIB
Pabrik peleburan PT Inalum (Persero). - inalum.id
Pabrik peleburan PT Inalum (Persero). - inalum.id

Bisnis.com, JAKARTA – Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menegaskan peringkat BBB- kepada PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)/Inalum atau MIND ID dengan outlook stabil.

Pada saat sama Fitch turut menegaskan kembali peringkat surat utang global perusahaan pelat merah tersebut di level BBB-

Fitch menilai standalone credit profile (SCP) Inalum berada pada level b- dan memproyeksikan rasio EBITDA terhadap cakupan bunga, setelah menambahkan dividen bersih dan pendapatan bunga ke EBITDA, tetap di bawah 1,5 kali.

“Meskipun metriknya lemah, SCP Inalum didukung oleh likuiditas yang memadai karena hubungan perbankan yang kuat, terutama dengan bank-bank milik negara,” tulis Fitch, pada Selasa (04/05/2021).

Fitch memprediksi EBITDA konsolidasi Inalum akan melonjak hampir 40 persen pada 2021. Sementara EBITDA mandiri perseroan meningkat sekitar 45 persen, didorong oleh volume dan harga yang lebih tinggi untuk sebagian besar produk perseroan.

EBITDA konsolidasi Inalum tercatat turun 9 persen pada 2020 karena permintaan yang lemah dan harga komoditas, tetapi penurunan tersebut dapat diatasi dengan keberhasilan Inalum dalam memangkas biaya operasional.

Namun, EBITDA perseroan kemungkinan akan turun pada 2022 dan sebagian besar tetap melandai pada 2023. Hal ini dipengaruhi biaya mulai pulih dan realisasi harga turun pada tahun 2022, berdasarkan asumsi harga Fitch.

Adapun, Fitch mengharapkan Inalum akan menerima dividen hampir US$200 juta dari PT Freeport Indonesia pada 2021. “Kami memperkirakan dividen akan naik menjadi US$1 miliar pada 2024, didorong oleh output yang lebih tinggi dan minat ekonomi Inalum yang lebih besar pada aset tersebut mulai tahun 2023.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fitch ratings inalum
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top