Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aset Kripto Ether Tembus US$3.000, Dominasi Bitcoin Tergerus

Dominasi ether berada di peringkat kedua dan naik menjadi 15 persen setelah harga menyentuh level US$3.045 atau Rp44 juta (Rp14.453/US$) pada Senin (3/5/2021) pagi.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 03 Mei 2021  |  10:34 WIB
Platform blockchain global Ethereum adalah yang pertama memperkenalkan kontrak pintar (smart contract) ke komunitas kripto.  - ethereum.org
Platform blockchain global Ethereum adalah yang pertama memperkenalkan kontrak pintar (smart contract) ke komunitas kripto. - ethereum.org

Bisnis.com, JAKARTA - Dominasi bitcoin dari total valuasi pasar cryptocurrency tergerus setelah ether menembus level US$3.000 untuk pertama kalinya.

Dilansir dari Bloomberg, dominasi ether berada di peringkat kedua dan naik menjadi 15 persen setelah harga menyentuh level US$3.045 atau Rp44 juta (Rp14.453/US$) pada Senin (3/5/2021) pagi. Total valuasi ethereum menyentuh US$351,17 miliar.

Di sisi lain, dominasi bitcoin sekarang tergerus menjadi 46 persen dari total valuasi pasar aset kripto yang mencapai US$2,3 triliun. Dominasi bitcoin terus turun dari sekitar 70 persen pada awal tahun, seiring dengan melonjaknya koin selain bitcoin, yang disebut dengan altcoins.

Bitcoin tetap menjadi cryptocurrency terbesar, namun momentum penguatan aset kripto lain menarik minat pelaku pasar. Pendukung aset kripto berpendapat investor semakin nyaman dengan berbagai token yang tersedia, sementara kritikus berpendapat sektor ini mungkin berada dalam cengkeraman mania yang dipicu oleh stimulus.

"Ethereum meningkat dan tidak banyak yang menghalangi jalannya," tulis Edward Moya, analis pasar senior di Oanda Corp., dalam sebuah catatan hari Jumat, (30/4/2021).

Moya menambahkan bahwa aset kripto lain juga mulai menarik perhatian investor.

Distribusi pangsa pasar saat ini juga mencerminkan guncangan di cryptocurrency pada bulan April. Bitcoin belum memulihkan seluruh pelemahannya setelah anjlok dari level US$64.870 pada pertengahan April.

IPO Coinbase Global Inc. di AS bulan lalu menjadi tanda terbaru bagaimana lebih banyak investor merangkul sektor ini meskipun ada risiko dari tingkat volatilitas yang tinggi dan pengawasan regulator yang meluas.

Ether saat ini menempati pusat perhatian. Peningkatan dari blockchain Ethereum yang melandasinya serta popularitas jaringan untuk layanan keuangan dan NFTR menjadi faktor-faktor pendorong reli tersebut.

Pakar strategi Evercore ISI Rich Ross telah menetapkan target harga US$3.900 untuk token tersebut.

Mengekor ether, altcoin lainnya juga melonjak. Harga Binance Coin naik 3.490 persen selama 12 bulan terakhir. Sementar itu, Dogecoin, yang awalnya diciptakan sebagai koin meme atau lelucon pada tahun 2013, kini menjadi favorit di media sosial dan telah melonjak 15.000 persen dengan valuasi pasar mencapai sekutiar US$50 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin cryptocurrency
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top