Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Perdana Bangun Pusaka (KONI) Disuspensi Dua Kali Sebulan, Ini Penjelasan Manajemen

Saham KONI melesat 140,95 persen dari Rp525 pada 16 April 2021, menjadi Rp1.265 per lembar saham pada Kamis (22/4/2021) sebelum mengalami suspensi pertama.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 29 April 2021  |  17:16 WIB
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mensuspensi saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk. setelah kembali melonjak 20 persen sehari setelah pencabutan suspensi.

Suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham, emiten berkode KONI merupakan kali kedua terjadi pada bulan April 2021.

Sebelumnya berdasarkan data dari laman Bursa Efek Indonesia, saham KONI melesat 140,95 persen dari Rp525 pada 16 April 2021, menjadi Rp1.265 per lembar saham pada Kamis (22/4/2021).

Sementara pada suspensi kedua, lonjakan 20 persen saham KONI berada pada posisi Rp1.580 per lembar saham pada Senin (26/4/2021) menjadi Rp1.975 pada  Selasa (27/4/2021).

Direktur Perdana Bangun Pusaka, Rudy Lauw pada acara public expose insidentil pada Kamis (29/4/2021) mengungkapkan bahwa perusahaan tidak mengetahui penyebab lonjakan saham ini.

"Secara jujut kami tidak bisa menjawab pertanyaan ini [lonjakan saham KONI]. Kami tidak pernah memberikan informasi apapun," ungkap Rudy secara virtual.

Rudy menegaskan bahwa apa yang dilakukan perseroan selama ini baik pada rapat umum pemegang saham (RUPS) atau public expose tidak pernah memberikan informasi apapun terkait dengan pergerakan harga saham.

Di kesempatan yang sama Rudy juga menjelaskan bahwa perseroan pada tahun ini tidak berencana melakukan ekspansi bisnisnya. Di sisi lain perseroan akan fokus pada bisnis digital printing.

Direktur Independen Perdana Bangun Pusaka Buntaram Gondomartono mengungkapkan salah satu produk digital printing perseroan yaitu flexi banner selama 2020 berkontribusi sekitar 40 persen dari penjualan perseroan.

KONI menjadi satu dari banyak perseroan lain yang juga mengalami penurunan kinerja pada 2020. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan KONI tercatat merosot hingga 39,94 persen dari Rp133,91 miliar menjadi Rp95,69 miliar.

Suspensi pertama yang dilakukan BEI, dilakukan dalam rangka cooling down karena terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham KONI.

Berdasarkan data BEI, peningkatan harga saham KONI mulai tampak pada 14 April 2021 yang berada pada posisi Rp336 per lembar saham dan kemudian meningkat setiap hari dalam waktu tujuh hari menjadi Rp1.265 per lembar saham pada pekan lalu, Kamis (22/4/2021).

Tercatat transaksi dengan volume terbanyak terjadi pada 19 April 2021, sebanyak 64.000 lembar saham dengan nilai Rp41,03 juta di harga saham Rp655 per lembar saham.

Sedangkan nilai perdagangan tertinggi terjadi pada Senin (26/4/2021) yaitu Rp66,46 juta dengan volume 42.100 lembar saham di posisi harga saham tertinggi Rp1.580 per lembar saham. Hari itu bertepatan dengan pencabutan suspensi perdagangan.

Kemudian esok harinya Selasa (27/4/2021), perdagangan saham KONI kembali disuspensi karena peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Berdasarkan data Bloomberg, kapitalisasi KONI saat ini tercatat sebanyak Rp497,70 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia suspensi perdana bangun pusaka
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top