Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tower Bersama (TBIG) Targetkan 7.400 Tenant Tahun 2021

Target penyewaan 2021 adalah 7.400 tenant, yang berasal dari akuisisi menara IBST (PT Inti Bangun Sejahtera Tbk.) ada 4.400 tenant dan pertumbuhan organik 3.000 tenant.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 27 April 2021  |  18:47 WIB
Halaman muka Laporan Tahunan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk 2016. - towerbersama
Halaman muka Laporan Tahunan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk 2016. - towerbersama

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten menara telekomunikasi  PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. menargetkan penyewaan pada 2021 mencapai 7.400 tenant. Hal itu disampaikan oleh Direktur Keuangan Tower Bersama Helmy Yusman Santoso, yang mana sumber penyewa berasal dari akuisisi dan organik.

“Target penyewaan 2021 adalah 7.400 tenant, yang berasal dari akuisisi menara IBST (PT Inti Bangun Sejahtera Tbk.) ada 4.400 tenant dan pertumbuhan organik 3.000 tenant,” kata Helmy kepada Bisnis, Selasa (27/4/2021).

Baru-baru ini, TBIG sudah merampungkan pembelian 3.000 menara telekomunikasi dari PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST). Dengan tambahan portofolio itu, diperkirakan kinerja pada 2021 akan lebih ciamik lagi.

CEO Tower Bersama Hardi Wijaya Liong mengapresiasi tahun lalu sudah menjadi salah satu periode pertumbuhan perseroan yang sangat baik dengan tambahan 3.608 penyewa gross yang terdiri dari 835 sites telekomunikasi dan 2.773 kolokasi.

“Dengan pesanan kolokasi yang kuat, rasio kolokasi (tenancy ratio) kami telah meningkat menjadi 1,96 kali dari 1,85 kali pada akhir tahun 2019,” kata Hardi dalam keterangan resmi, Selasa (27/4/2021).

Hingga akhir 2020, emiten dengan kode saham TBIG ini memiliki 31.850 penyewaan dan 16.265 site telekomunikasi. Site telekomunikasi sendiri terdiri dari 16.155 menara telekomunikasi dan 110 jaringan DAS.

Hardi menegaskan saat ini perseroan masih berfokus untuk operasional secara efisien dan mendukung pelanggan yang tengah memadatkan jaringan komunikasi nirkabel di Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2020, TBIG membukukan pendapatan sebesar Rp5,32 triliun atau naik 13,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp4,69 triliun.

Selanjutnya TBIG mencetak kenaikan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 23,1 persen menjadi Rp1 triliun dari Rp819,45 miliar pada 2019.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi tower bersama menara telekomunikasi aksi emiten
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top