Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini yang Bikin Saham MPPA Meroket 719,05 Persen Sejak Awal Tahun

Berdasarkan data Bloomberg, saham MPPA masih disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia pada 26 April 2021 dan tertahan pada level Rp860.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 26 April 2021  |  19:10 WIB
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Saham emiten peritel PT Matahari Putra Prima Tbk. melesat 719,05 persen secara year-to-date (ytd), menjadikan saham perseroan ke dalam daftar 10 besar saham dengan kenaikan harga tertinggi (top gainers).

Berdasarkan data Bloomberg, saham MPPA masih disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia pada 26 April 2021 dan tertahan pada level Rp860. Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya melihat kenaikan harga saham berkode MPPA itu tersengat oleh masuknya beberapa investor sejak awal tahun.

“Yang pasti kan Januari ada anak usaha Temasek masuk dengan exchangeable rights dengan kepemilikan lumayan besar,” kata Christine kepada Bisnis, Senin (26/4/2021).

Sementara itu, dilihat dari sentimen fundamentalnya Christine menilai bisnis MPPA akan membaik seiring dengan pemulihan daya beli masyarakat setelah pandemi.

Adapun, pengelola gerai Hypermart ini kedatangan investor asing yaitu Anderson Investments Pte. Ltd. selaku entitas tidak langsung dari Temasek Holdings pada Februari 2021. Kala itu, Sekretaris Perusahaan Matahari Putra Prima Danny Kojongian menyebut Anderson bukan pihak baru di dalam tubuh perseroan melainkan hanya merealisasikan Hak Tukar atas saham MPPA.

Sebelumnya, Anderson menandatangani perjanjian penempatan hak tukar (Exchangeable Rights Subscription Agreement) dengan Prime Star Investment Pte. Ltd. dan PT Multipolar Tbk.

Prime Star Investment Pte. Ltd. dan MPPA merupakan anak usaha Multipolar. Di dalam perjanjian kerjasama itu, PSI menerbitkan equity linked instrument tanpa bunga (exchangeable rights) dengan pokok US$300 juta. Dengan estimasi kurs Rp14.000 per dolar AS, ER senilai US$300 juta itu setara dengan Rp4,2 triliun.  

Exchangeable rights itu telah diambil dan dibayar pernuh oleh Anderson dan ditukar ke saham MPPA sebanyak 1,40 miliar saham pada 18 Januari 2021.

Selanjutnya, baru-baru ini juga disebutkan bahwa Watiga Trust Ltd. asal Singapura masuk dengan kepemilikan 7,14 persen atas saham MPPA atau sebanyak 537,79 juta saham. Watiga Trust menjadi pemegang saham MPPA setelah Multipolar melepas 11,9 persen saham MPPA.

Baik MPPA maupun Multipolar tidak memiliki informasi mengenai Watiga Trust Ltd. tersebut selain dari komposisi pemegang saham yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia per 13 April 2021.

Danny mengatakan berdasarkan laporan daftar pemegang saham terakhir yang diperoleh perseroan terdapat perubahan komposisi pemegang saham dan Watiga Trust Ltd. tidak terdapat dalam daftar. Sedangkan, sisa saham sebesar 4,76 persen yang dijual oleh Multipolar disebut telah diserap oleh PT Pradipa Darpa Bangsa.

Berdasarkan daftar komposisi pemegang saham MPPA terakhir, PT Multipolar Tbk. masih menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi 38,33 persen dan Anderson Investments Pte. LTd. sebesar 18,63 persen. Sementara itu, Connery Asia Ltd. memegang kepemilikan saham sebanyak 14,26 persen dan pemegang saham publik 28,78 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham matahari putra prima emiten ritel
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top