Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Manfaat Stimulus Pemerintah Mulai Terasa di Pasar Properti

Dari data yang dihimpun Bisnis, pendapatan prapenjualan atau marketing sales perusahaan terbuka di sektor properti terpantau tumbuh dobel digit.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 23 April 2021  |  11:22 WIB
Wajah properti Jakarta, foto file 2 Agustus 2016. - Reuters
Wajah properti Jakarta, foto file 2 Agustus 2016. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Stimulus yang dialirkan pemerintah ke industri properti terbukti manjur mendongkrak penjualan emiten pada awal tahun ini.

Dari data yang dihimpun Bisnis, pendapatan prapenjualan atau marketing sales perusahaan terbuka di sektor properti terpantau tumbuh dobel digit.

Kenaikan marketing sales tertinggi pada kuartal I/2021 dicetak oleh PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) sebesar 67 persen secara tahunan menjadi Rp1,9 trliun.

Berikutnya prapenjualan entitas Grup Sinar Mas yaitu PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) yang naik 39,66 persen menjadi Rp2,5 triliun.

Sementara PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) menjadi yang paling besar merealisasikan target marketing sales tahun ini dengan prapenjualan Rp1,3 triliun.

Analis Maybank Kim Eng Sekuritas Aurellia Setiabudi dan Isnaputra Iskandar menjelaskan bahwa dukungan pemerintah yang begitu kuat untuk sektor properti akan dapat mendorong prapenjualan agregat sebesar 14 persen pada 2021 dan 10 persen pada 2022.

“Pemulihan pendapatan dan level gearing yang rendah juga seharusnya dapat mengerek laba emiten ke depannya,” tulis Aurellia dan Isnaputra dalam riset yang dipublikasikan lewat Bloomberg, dikutip Kamis (22/4/2021).

Pada awal tahun ini, Bank Indonesia menetapkan Loan to Value (LTV) dan Financing to Value (FTV) sebesar 100 persen untuk kredit properti. Konsumen kini tidak perlu membayar uang muka (down payment) mulai 1 Maret 2021 karena bakal ditanggung oleh perbankan.

Selain itu, pemerintah juga merilis insentif berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.21/2021 yang berisi insentif PPN 100 persen untuk rumah tapak/rumah susun dengan harga maksimal Rp2 miliar.

Relaksasi KPR pun dinilai juga akan melonggarkan kebutuhan modal kerja dari para pengembang. Namun, risiko utama terhadap sektor properti tetap ada yang utamanya. berasal dari pelemahan kurs.

Maybank Kim Eng Sekuritas menunjuk CTRA dan PWON sebagai top picks dari sektor properti dengan target harga Rp1.400 dan Rp820.

Analis J.P. Morgan Indonesia Henry Wibowo, Arnanto Januri, dan Cusson Leung menambahkan baru-baru ini CTRA telah mencapai kesepakatan dengan perbankan untuk meningkatkan pencairan KPR di muka menjadi 90 persen setelah ditandatangani dari sebelumnya 30 persen.

“Artinya, CTRA akan menerima lebih banyak dana tunai pada tahap awal proyek, yang menyediakan dukungan lebih untuk kebutuhan modal kerja,” tulis J.P. Morgan.

J.P. Morgan meyakini pencapaian marketing sales CTRA yang memuaskan pada kuartal I/2021 akan berlanjut ke depannya. Saham CTRA pun diberi rekomendasi overweight dengan target harga Rp1.190.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menambahkan bahwa emiten properti mendapat katalis positif sejak awal tahun ini dari sejumlah kebijakan pemerintah.

Dengan harapan pertumbuhan ekonomi bakal pulih pada kuartal II/2021, kinerja emiten properti pun dipastikan bakal mengikuti.

“Apabila stimulus pemerintah berjalan, pertumbuhan ekonomi mulai positif, hal ini diharapkan dapat mendongkrak kinerja emiten properti,” kata Nafan, Kamis (22/4/2021).

Nafan pun merekomendasikan beli untuk sejumlah saham properti a.l. APLN, ASRI, BSDE, CTRA, dan LPKR.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti stimulus emiten properti
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top