Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos Lippo Karawaci (LPKR): Permintaan Properti Akan Terus Naik 10 Tahun ke Depan

CEO Lippo Karawaci John Riady menjelaskan pertumbuhan tingkat kepemilikan rumah di Indonesia akan terus meningkat.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 22 April 2021  |  16:32 WIB
CEO PT Lippo Karawaci Tbk. John Riady memberikan penjelasan saat halalbihalal dengan media, di Jakarta, Kamis (20/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
CEO PT Lippo Karawaci Tbk. John Riady memberikan penjelasan saat halalbihalal dengan media, di Jakarta, Kamis (20/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten properti PT Lippo Karawaci Tbk. memperkirakan permintaan properti dengan harga di bawah Rp2 miliar akan terus meningkat. Tingkat kepemilikan hunian pun cenderung menanjak dalam jangka panjang.

CEO Lippo Karawaci John Riady menjelaskan pertumbuhan tingkat kepemilikan rumah di Indonesia akan terus meningkat. Di DKI Jakarta saja contohnya tingkat kepemilikan rumah masih berada di bawah 50 persen.

“Saya percaya bahwa di dalam 10 tahun ke depan tingkat kepemilikan rumah ini akan naik sangat pesat. Tentunya ini merupakan suatu hal yang positif bagi masyarakat Indonesia,” papar John dalam keterangan resmi, Kamis (22/4/2021).

Seiring dengan kenaikan permintaan rumah tersebut, John menilai rumah tapak dengan harga Rp2 miliar yang akan menjadi paling banyak dicari. Pasalnya, pembeli produk properti ini sebagian besar atau sekitar 80 persen berasal dari pasar perdana atau pembeli rumah pertama.

Adapun, sekitar 60 persen dari pembeli rumah perdana biasanya akan menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Pada awal tahun ini, Bank Indonesia menetapkan Loan to Value (LTV) dan Financing to Value (FTV) sebesar 100 persen untuk kredit properti. Konsumen kini tidak perlu membayar uang muka (down payment) mulai 1 Maret 2021 karena bakal ditanggung oleh perbankan.

Selain itu, pemerintah juga merilis insentif berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.21/2021 yang berisi insentif PPN 100 persen untuk rumah tapak/rumah susun dengan harga maksimal Rp2 miliar.

“Jadi inilah [pasar perdana] yang saya pikir real economy dan real demand yang harus didukung dan harus terus kita kembangkan,” imbuh John.

Hingga kuartal I/2021, emiten dengan kode saham LPKR membukukan marketing sales senilai Rp1,31 triliun atau naik 86 persen secara tahunan.

Penjualan pada periode Januari-Maret 2021 ini didorong oleh klaster rumah tapak segmen kelas menengah yang mewakili 63 persen dari total penjualan.

“Lebih dari 50,6 persen marketing sales di kuartal I/2021 dicapai dengan keberhasilan peluncuran proyek perumahan tapak terbesar kami Cendana Icon di Lippo Village yang merupakan penjualan tertinggi perseroan dalam satu hari selama lebih dari 20 tahun,” kata Direktur Keuangan Lippo Karawaci Yudhistira Rusli dalam kesempatan berbeda.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti kpr lippo karawaci john riady
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top