Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Solusi Bangun (SMCB) Gelar Rights Issue Rp3 Triliun Lebih, Buat Apa?

Perusahaan semen asal Jepang akan melaksanakan seluruh HMETD SMCB yang dialihkan oleh PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB) sebanyak 1,35 miliar saham atau Rp3,12 triliun.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 22 April 2021  |  13:45 WIB
Produk semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SMCB). Istimewa
Produk semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SMCB). Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. akan menggunakan hampir seluruh dana segar yang didapatkan dari rights issue untuk membayar sebagian utang ke perbankan.

Dikutip dari keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, entitas Semen Indonesia Group ini akan melakukan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Di dalam aksi korporasi itu, perseroan sudah mendapatkan komitmen dari Taiheiyo Cement Corporation (TCC). Perusahaan semen asal Jepang itu akan melaksanakan seluruh HMETD yang dialihkan oleh PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB) sebanyak 1,35 miliar saham atau Rp3,12 triliun.

Nantinya sekitar 96 persen dana dari rights issue akan digunakan Solusi Bangun Indonesia untuk membayar sebagian utang bank senilai Rp3 triliun.

Dengan membayar fasilitas kredit term loan dari pinjaman sindikasi, emiten dengan kode saham SMCB ini akan dapat mengurangi beban bunga. Seterusnya, beban cash flow operasional juga semakin ringan, sehingga perseroan akan lebih memiliki ruang dalam melakukan investasi di masa depan.

“Rasio utang perseroan terhadap modal pada 31 Desember 2020 adalah sebesar 1,18, dan hal ini menjadi tantangan yang memberatkan keuangan perseroan,” tulis manajemen SMCB, Kamis (22/4/2021).

Adapun, percepatan pelunasan sukarela sebagian utang bank itu akan diambil dari porsi komitmen TCC dalam HMETD.

Sebelumnya, TCC mengatakan sumber pendanaan untuk melaksanakan seluruh HMETD yang dialihkan SIIB berasal dari kas sebesar 55 persen dan lembaga keuangan 45 persen. Namun, praktiknya nanti juga akan tergantung kondisi keuangan perseroan saat pelaksanaan HMETD.

Adapun, sisa dana sekitar 4 persen kemudian akan digunakan SMCB untuk belanja modal atau capital expenditure.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen semen indonesia right issue solusi bangun indonesia
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top