Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten Marak Bikin Anak Usaha Baru dan Perusahaan Patungan, Jadi Tren?

Berdasarkan catatan bisnis, setidaknya terdapat 15 emiten sudah membentuk unit usaha baru sejak awal tahun ini.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 18 April 2021  |  20:53 WIB
Suasana di area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milk PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk,  di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Suasana di area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milk PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Sejak awal 2021, aksi korporasi emiten membentuk anak usaha baru dan perusahaan patungan (joint venture) mulai marak. Langkah ini menunjukkan optimisme investor dan para pengusaha akan pemulihan ekonomi.

Berdasarkan catatan bisnis, setidaknya terdapat 15 emiten sudah membentuk unit usaha baru dengan salah satunya PT Digital Mediatama Maxima Tbk. Emiten berkode DMMX membentuk anak usaha paling banyak yakni 4 anak usaha baru yang bekerjasama dengan Raffi Ahmad dan Rans Entertainment.

Selain itu, ada joint venture baru besutan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang cukup menarik perhatian karena bekerjasama dengan Tsingshan membentuk perusahaan patungan untuk proyek Acid Iron Metal.

Adapula emiten produsen obat hewan PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA) yang membentuk 4 anak usaha baru yakni PT Pyfa Medika Indonesia, PT Mega Inter Distrindo, PT Pyfa Investama Medika, dan PT Pyfa Sehat Indonesia.

Senior Vice President Research Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial mengemukakan pergerakan ekonomi sudah mulai terlihat positif sejak Maret 2021. Hal ini ditunjukkan dari pertumbuhan pinjaman yang mulai positif, indeks PMI yang mulai naik dan neraca perdagangan yang mulai seimbang pada Maret 2021 dengan kenaikan tajam ekspor dan impor.

"Impor naik tajam khususnya impor barang modal, dan minyak hampir 30 persen. Artinya ekonomi sudah mulai bergerak pada Maret 2021, walaupun estimasi PDB kuartal I/2021 ekonomi Indonesia nyusut 0,1 persen-1 persen," jelasnya kepada Bisnis, Minggu (18/4/2021).

Dengan mulai positifnya ekonomi pada Maret 2021, Janson menekankan seluruh lini bisnis harus siap tinggal landas dan bergerak lagi ketika distribusi vaksin sudah mulai merata dan indeks vaksinasi Indonesia mulai naik di Asean.

"Jadi, seluruh lini bisnis harus bergerak sekarang karena ketika ekonomi buka semua termasuk jasa restoran, hotel dan penerbangan mulai pulih 30 persen saja itu ekonomi pertumbuhannya akan cepat," urainya.

Dia menilai dari semua perusahaan patungan dan anak usaha baru yang dibentuk oleh para emiten sejak awal tahun, terdapat salah satu yang menarik. Perusahaan patungan yang menarik yakni joint venture MDKA dan Tshingsan yang berfokus kepada energi terbarukan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Aksi Korporasi joint venture pemulihan ekonomi
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top