Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setelah Lesu di Awal Tahun, Rupiah Diprediksi Rebound pada Kuartal II/2021

Prospek nilai tukar rupiah akan membaik pada kuartal II/2021 dan selanjutnya. Hal tersebut ditopang oleh arah perekonomian AS yang sudah lebih jelas dengan beragam program stimulus yang dicanangkan Presiden AS, Joe Biden.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 02 April 2021  |  14:30 WIB
Karyawan menunjukan Rupiah dan Dolar AS di Jakarta, Rabu (27/1/2021). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 15 poin atau 0,11 persen menjadi Rp14.050 per dolar AS. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan Rupiah dan Dolar AS di Jakarta, Rabu (27/1/2021). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 15 poin atau 0,11 persen menjadi Rp14.050 per dolar AS. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah lesu sepanjang kuartal I/2021, nilai tukar rupiah diprediksi akan mengalami rebound pada kuartal II/2021 seiring dengan sejumlah sentimen positif, mulai dari arah perekonomian AS dan momentum peningkatan daya beli domestik.

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Kamis (1/4/2021) kemarin, nilai tukar rupiah ditutup stagnan di level Rp14.525 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau turun 0,05 persen ke level 93,185.

Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet memaparkan, selama kuartal I/2021, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi oleh sejumlah sentimen baik dari dalam maupun luar negeri. Menurutnya, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turut menekan laju pertumbuhan ekonomi domestik yang berimbas pada melemahnya rupiah.

“Namun upaya PPKM ini setidaknya sampai dengan Maret menunjukkan tren penurunan kasus aktif Covid-19,” katanya saat dihubungi, Jumat (2/4/2021).

Sementara itu, dari luar negeri, pelaku pasar masih fokus memperhatikan pergerakan imbal hasil (yield) obligasi AS atau US Treasury. Hal ini membuat para investor lebih memilih untuk menruh dananya di AS karena akan menjanjikan return yang lebih baik.

Kenaikan yield US Treasury memicu penguatan nilai tukar dolar AS. Hal tersebut terutama terhadap mata uang negara berkembang. termasuk Indonesia.

Meski tengah melemah, Yusuf mengatakan prospek nilai tukar rupiah akan membaik pada kuartal II/2021 dan selanjutnya. Hal tersebut ditopang oleh arah perekonomian AS yang sudah lebih jelas dengan beragam program stimulus yang dicanangkan Presiden AS, Joe Biden.

Di sisi lain, kekhawatiran pasar terhadap inflasi juga dinilai telah diantisipasi oleh AS. Hal tersebut terlihat dari rencana perubahan peraturan perpajakan yang tengah dibahas oleh Biden.

Sementara itu, dari dalam negeri, prospek pemulihan ekonomi diprediksi akan semakin baik setelah kuartal I/2021. Hal ini dapat terjadi apabila pemerintah mampu menjaga daya beli masyarakat, terutama selama perayaan Ramadan.

Yusuf menambahkan, proses vaksinasi yang semakin gencar juga akan meningkatkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini nantinya juga akan berimbas pada kembali menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Untuk kuartal II/2021, Yusuf memprediksi pergerakan rupiah akan kembali pada kisaran Rp14.300 hingga Rp14.400.

“Di sisa tahun 2021, rupiah juga masih berpotensi semakin menguat di level Rp14.100 hingga Rp14.200,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as nilai tukar rupiah us treasury
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top