Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Alhamdulillah Bukan April Mop, IHSG Parkir di Zona Hijau

Indeks harga saham gabungan (IHSG) parkir di level 6.011,456, naik 0,43 persen. Sepanjang perdagangan, IHSG cukup berfluktuatif, bergerak di kisaran 5.988,023 hingga 6.020,164.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 01 April 2021  |  15:19 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan berhasil menutup perdagangan pertama di bulan April, Kamis (1/4/2021) di zona hijau.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) parkir di level 6.011,456, naik 0,43 persen. Sepanjang perdagangan, IHSG cukup berfluktuatif, bergerak di kisaran 5.988,023 hingga 6.020,164.

Total transaksi IHSG hanya mencapai Rp8,82 triliun dan asing tercatat melakukan transaksi aksi jual terhadap saham dalam negeri dengan total net sell mencapai Rp1,08 triliun.

Asing terpantau mengobral saham perbankan, dipimpin oleh BBRI dengan nilai net sell mencapai Rp562,9 miliar, diikuti BBCA sebesar Rp105,7 miliar, dan BBNI sebesar Rp41,3 miliar.

Dari keseluruhan konstituen, sebanyak 307 saham berhasil menguat, 184 saham terkoreksi, dan 147 saham berada di posisi yang sama daripada perdagangan sebelumnya.

Jajaran top losers dihiasi oleh saham AGII yang terkoreksi 6,55 persen, BACA turun 5,88 persen, dan LMPI yang melemah 5,41 persen. Selain itu, saham ICBP terkoreksi hingga 2,72 persen.

Sementara itu, sejumlah saham yang berhasil menguat seperti ZYRX naik 24,62 persen, FILM naik 24,38 persen, dan MPPA naik 17,3 persen.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan bahwa IHSG berhasil menguat setelah bergerak cukup fluktuatif. Sentimen penggerak IHSG antara lain pasar yang mengapresiasi komitmen Presiden AS Joe Biden dalam menggelontorkan stimulus di bidang infrastruktur senilai US$2 triliun.

“Obligasi AS untuk tenor 10 tahun ini juga mengalami koreksi wajar didukung market mengapresiasi kinerja PMI manufaktur Indonesia yang rata-rata menunjukkan ekspansif,” ujar Nafan kepada Bisnis, Kamis (1/4/2021).

Nafan menjelaskan pasar mengapresiasi kinerja PMI Manufaktur Indonesia yang meningkat signifikan ke level 53,2 dari 50,9. Pasar juga mengapresiasi stabilitas inflasi di tanah air.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI indeks manufaktur
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top