Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Turun 4 Sesi, Investor Asing Lepas Saham BRI dan BCA

Hingga akhir sesi I IHSG turun 0,23 persen atau 13,57 poin menuju 5.971,95. Sepanjang pagi ini, indeks bergerak di rentang 5.960,82-6.020,16.
Dwi Nicken Tari & Maria Elena
Dwi Nicken Tari & Maria Elena - Bisnis.com 01 April 2021  |  11:41 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah kendati data indeks PMI manufaktur Indonesia dan inflasi cenderung positif. Indeks melesu 4 sesi beruntun sepanjang pekan ini.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,18 persen menjadi 5.996 pada pukul 09.00 WIB, Kamis (1/4/2021). Hingga pukul 09.06 WIB, IHSG naik 23,38 poin atau 0,39 persen menuju 6.008,91.

Namun, hingga akhir sesi I pukul 11.30 WIB IHSG turun 0,23 persen atau 13,57 poin menuju 5.971,95. Sepanjang pagi ini, indeks bergerak di rentang 5.960,82-6.020,16.

Sebanyak 210 saham menguat, 252 saham melemah, dan 148 saham diperdagangkan stagnan. Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia tercatat senilai Rp7.079,05 triliun.

Total transaksi saham cenderung sepi, yakni Rp4,93 triliun. Investor asing cenderung melakukan aksi jual dengan net sell Rp646,16 miliar.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatatkan net sell paling besar, yakni Rp400,9 miliar. Saham BBRI turun 2,5 persen menuju Rp4.290.

Selanjutnya, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mengalami net sell Rp60,5 miliar. Saham BBCA berada di posisi Rp31.075, sama seperti kemarin.

Di jajaran top gainers,saham ZYRX dan FILM melonjak masing-masing 24,62 persen dan 24,38 persen. Selanjutnya, saham DYAN melambung 17,53 persen.

Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Hariyanto Wijaya memperkirakan IHSG akan bergerak variatif cenderung menguat pada hari ini didukung oleh sentimen positif dari rilis data PMI (Purchasing Managers’ Index) manufaktur Indonesia yang ekspansi.

Indeks PMI manufaktur Indonesia pada Maret 2021 merupakan yang tertinggi dalam sedekade ditopang oleh peningkatan sisi permintaan.

“Indeks PMI manufaktur Indonesia meningkat menjadi 53,2 di Maret [berbanding 50,9 pada Februari. [Selanjutnya] investor [juga] mengawasi Indeks Harga Konsumen Maret 2021,” tulis Hariyanto dalam riset harian, Kamis (1/4/2021).

Adapun, Badan Pusat Statistik akan merilis data inflasi pagi ini. Tingkat inflasi diperkirakan lebih tinggi menjadi 1,40 persen secara tahunan pada Maret dibandingkan realisasi bulan sebelumnya yang sebesar 1,38 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen pada Maret 2021 mengalami inflasi sebesar 0,08 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Setianto menyampaikan, secara tahunan, inflasi pada Maret 2021 tercatat sebesar 1,37 persen (year-on-year/yoy).

“Kalau kita lihat menurut pengeluaran, inflasi diakibatkan oleh makanan, minuman, dan tembakau yang masih memberikan andil inflasi cukup besar,” katanya dalam konferensi pers virtual, Kami (1/4/2021).

Setianto menjelaskan bahwa dari 90 kota IHK, sebanyak 58 kota mengalami inflasi dan 31 kota mengalami deflasi. 

Adapun, inflasi pada Maret 2021 ini tercatat lebih rendah dari tingkat inflasi pada Februari 2021 baik secara bulanan maupun tahunan, yang saat itu inflasi tercatat sebesar 0,10 persen mtm atau 1,38 persen yoy.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG manufaktur bca Inflasi bri
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top