Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ilustrasi / Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri kedua) didampingi Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (ketiga kiri) dan rombongan mengunjungi Unit DHDT Refinery Unit (RU) II Dumai di Dumai, Riau. Kilang ini mampu mengubah minyak sawit menjadi solar nabati 100 persen.
Premium

Semringah Biosolar Karena Presiden Biden & Prospek Emiten Agri Saat IHSG di Zona Merah

01 April 2021 | 13:33 WIB
Kebijakan biosolar di Amerika telah membawa persaingan baru antara prioritas untuk konsumsi atau energi.

Bisnis.com, JAKARTA - Kebijakan energi hijau Presiden Amerika Serikat Joe Biden membawa ledakan industri solar terbarukan di Amerika Serikat. 

Bloomberg melaporkan, kebijakan penggunaan biofuel telah menarik raksasa pertanian dunia untuk meningkatkan investasinya. 

Cargill Inc. misalnya, telah mengumumkan meningkatkan investasi US$475 juta atau setara Rp6,88 triliun untuk meningkatkan kapasitas dalam memproduksi kedelai dengan tujuan diolah menjadi minyak kedelai yang dapat diolah menjadi solar terbarukan (biofuel). 

Laporan yang sama menyebutkan Rivals Archer-Daniels-Midland Co. dan Bunge Ltd. tengah bekerja untuk membuat pabrik lebih efisien, dan Andersons Inc. terus berbelanja bahan baku untuk bahan bakar ramah lingkungan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top