Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AS Rencanakan Stimulus Baru, Rupiah Ditutup Melemah Ke Level Rp14.525

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 45 poin atau 0,31 persen ke level Rp14.525 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,1 persen atau 0,09 poin ke level 93,207.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 31 Maret 2021  |  15:33 WIB
Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta, Rabu (3/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta, Rabu (3/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Rencana gelontoran stimulus baru dari AS memicu naiknya imbal hasil (yield) US Treasury dan dolar AS. Faktor tersebut pun berimbas pada pelemahan nilai tukar rupiah ke kisaran Rp14.500 pada penutupan perdagangan Rabu (31/3/2021).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 45 poin atau 0,31 persen ke level Rp14.525 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,1 persen atau 0,09 poin ke level 93,207.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam laporannya menjelaskan, salah satu faktor utama melemahnya rupiah pada hari ini adalah tren positif yang terjadi pada dolar AS. Penguatan mata uang greenback didukung oleh percepatan vaksinasi AS dan rencana paket stimulus utama memicu ekspektasi inflasi dan meningkatkan imbal hasil obligasi.

Selain itu, imbal hasil US Treasury sepuluh tahun naik ke level tertinggi 14 bulan pada hari Selasa, sehari sebelum Presiden AS Joe Biden akan menguraikan bagaimana rencana infrastruktur $3 hingga $4 triliun akan didanai. Dia juga menargetkan membuka program vaksin Covid-19 AS untuk 90% orang dewasa Amerika pada 19 April di awal minggu.

Sementara itu, indeks Keyakinan Konsumen CB Conference Board pada hari Selasa melonjak menjadi 109,7 pada bulan Maret, level tertinggi sejak awal Covid-19. Perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com memperkirakan angka 96,9, sedangkan indeks berada di 90,4 pada bulan Februari.

Adapun, investor tengah menunggu laporan ketenagakerjaan AS untuk bulan Maret, termasuk non-farm payrolls pada Jumat pekan ini. Investor akan mengamati angka-angka tersebut dengan cermat setelah Federal Reserve mengutip pasar tenaga kerja yang lesu karena sikap dovishnya yang berkelanjutan pada suku bunga. Sementara sikap Fed telah meningkatkan prospek ekonomi juga meningkatkan kekhawatiran inflasi.

Sementara itu, rencana gelontoran stimulus tambahan dari AS menimbulkan dampak negatif bagi pasar Indonesia. Ia memaparkan, tambahan stimulus ini mengakibatkan ekonomi AS membaik lebih cepat dari ekspektasi para analis serta berimbas terhadap naiknya inflasi dan yield obligasi AS tenor 10 tahun sehingga berpengaruh terhadap perekonomian negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Selain itu, tingginya permintaan valas korporasi jelang akhir kuartal turut menkan pergerakan rupiah. Kebutuhan valuta asing (valas) memang tinggi pada akhir kuartal ini mengingat kewajiban pembayaran dividen, utang jatuh tempo, dan sebagainya.

“Rupiah jadi banyak dilepas untuk ditukar dengan valas, utamanya dolar AS. Faktor musiman ini yang membuat rupiah melemah,” katanya.

Untuk perdagangan Kamis (1/4/2021) besok, Ibrahim memprediksi rupiah akan dibuka berfluktuasi namun kembali ditutup melemah pada rentang Rp14.530 hingga Rp14.590.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kurs dolar as Rupiah
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top