Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabar Perusahaan Kaesang-Erick Thohir IPO, BEI Jelaskan Manfaat Klub Bola Menjadi Tbk.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setya menjelaskan dengan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) nantinya suatu perusahaan akan menerima sejumlah manfaat.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 29 Maret 2021  |  13:56 WIB
Direktur Utama PT PSS, Kaesang Pangarep. - Istimewa
Direktur Utama PT PSS, Kaesang Pangarep. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia mengungkapkan sejumlah manfaat bagi perusahaan pengelola klub sepakbola apabila menjadi perusahaan terbuka. Keuntungan itu tak hanya dari sisi pendanaan tetapi juga dapat menambah dukungan terhadap klub.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setya menjelaskan dengan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) nantinya suatu perusahaan akan menerima sejumlah manfaat.

“Manfaat yang didapatkan perusahaan tidak hanya terbatas pada pendanaan segar saat IPO,” kata Nyoman, Senin (29/3/2021).

Setelah saham suatu perusahaan dicatatkan di BEI, perusahaan tersebut berkesempatan untuk menambah modal lagi lewat menerbitkan saham kembali melalui skema rights issue maupun private placement.

Dengan demikian, Nyoman menyebut emiten klub bola akan memeroleh pendanaan yang berkelanjutan.

Belum lagi apabila porsi kepemilikan publik atas saham perseroan melebihi 40 persen, klub bola juga akan menikmati insentif penurunan pajak PPh Badan sebesar 3 persen.

Selanjutnya, nama klub bola yang menjadi emiten akan semakin terdengar karena berbagai pihak akan menyorot. Hal ini bisa menjadi salah satu ajang promosi dan meningkatkan mitra strategis maupun sponsorship bagi klub bola tersebut.

“Ketika perusahaan menjadi public listed company, eksposur atas klub sepak bola tersebut tentu akan meningkat karena semakin banyak pihak yang mengekspos,” kata Nyoman.

Selain dari itu semua, dengan menjadi perusahaan tercatat nantinya klub bola akan dapat meningkatkan profitabilitas maupun efisiensi, memperkuat tata kelola perusahaan.

Dan yang terpenting, para pendukung klub dapat turut memiliki saham klub bola favorit yang akan mempererat hubungan antara suporter dan klub bola.

Terbaru, klub bola Persis Solo disebut-sebut bakal melakukan IPO. Nyoman mengatakan kabar tersebut menggembirakan dan siap memberi dukungan dalam prosesnya.

Adapun, PT Persis Solo Saestu (PSS) kini dinakhodai oleh Putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep. Kaesang menguasai 40 persen saham PT PSS.

Selanjutnya, disusul Kevin Nugroho sebanyak 30 persen yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT PSS, serta Erick Thohir menguasai 20 persen saham, dan 10 persen saham lainnya menjadi milik pendiri PT PSS dan klub internal.

Pemilik usaha Sang Pisang itu pun berharap penawaran perdana saham Persis Solo dapat terlaksana sebelum usia klub mencapai satu abad, yakni pada 2023.

"Kami ingin warga Solo juga dapat memiliki [saham] Persis," ujar Kaesang, seperti dikutip dari Solopos.com, Sabtu (20/3/2021).

Adapun, satu-satunya klub sepakbola yang sudah menjadi perusahaan terbuka adalah PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. selaku pengelola klub Bali United.

Emiten dengan kode saham BOLA itu mencatatkan sahamnya di BEI pada 17 Juni 2019. IPO saham BOLA ini pun menjadikan Bali United sebagai klub sepakbola pertama di Asia Tenggara yang go public.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia ipo Persis Solo kaesang
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top