Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Meski Anjlok, Realisasi Laba Wijaya Karya (WIKA) Lebih Tinggi dari Proyeksi

Laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp185,76 miliar, menukik hingga 91,9 persen dari tahun sebelumnya yang dapat mencapai Rp2,28 triliun.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 26 Maret 2021  |  16:19 WIB
GEDUNG BUMN WIJAYA KARYA. Bisnis - Arief Hermawan P
GEDUNG BUMN WIJAYA KARYA. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten BUMN kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) membukukan laba bersih senilai Rp322,34 Miliar pada 2020. Capaian tersebut dianggap sebagai keberhasilan realisasi laba lebih baik dari perkiraan perseroan.

Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito mengatakan catatan tersebut mencerminkan keberhasilan perseroan dalam merealisasikan laba bersih 54,81 persen lebih tinggi dari perkirakan target perseroan akibat penyebaran pandemi Covid-19.

"Capaian ini sebagai buah dari kemampuan adaptif dan budaya inovatif yang telah lama tertanam sekaligus berbagai langkah untuk menciptakan efisiensi," jelasnya, Jumat (26/3/2021).

Kontribusi terbesar dari penjualan didapat dari sektor infrastruktur dan gedung, yang kemudian diikuti secara berturut-turut oleh sektor industri, energi dan industrial plant serta properti.

Meskipun berada di tengah pandemi Covid-19, kondisi keuangan perseroan terbukti tetap sehat yang tercermin lewat arus kas positif dari aktivitas operasinya sebesar Rp141,28 Miliar.

“Kami ingin memastikan bahwa kondisi WIKA tetap sehat, di mana langkah yang kami ambil adalah melakukan proses bisnis yang adaptif dan tangguh bertahan di tengah pandemi," urainya.

Sebagai kontraktor, emiten bersandi WIKA ini terus membangun komunikasi aktif dan berusaha untuk menyelaraskan kepentingannya dengan kepentingan pemilik proyek. Dengan demikian, jadwal maupun progress proyek tetap terjaga dan meminimalisasi terjadinya cost overrun.

Berbagai langkah efisiensi juga ditempuh dengan melakukan penghematan biaya usaha dan operasional. Langkah ini diambil salah satunya untuk menjaga agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja terhadap karyawannya.

“Kami percaya SDM jadi modal utama untuk menggerakan bisnis WIKA sehingga kelak siap lepas landas ketika kondisi semakin membaik,” ujar Agung.

Berdasarkan laporan keuangan 31 Desember 2021 yang dikutip Jumat (26/3/2021), perseroan menghasilkan pendapatan bersih senilai Rp16,53 triliun turun 39,25 persen dibandingkan dengan pendapatan 2019 sebesar Rp27,21 triliun.

Adapun, pendapatan lain-lain mengalami peningkatan menjadi Rp3,06 triliun dari posisi 2019 yang sebesar Rp1,18 triliun.

Di tengah anjloknya pendapatan, beban usaha perseroan malah mengalami kenaikan terutama dari pos beban lain-lain yang meningkat menjadi Rp2,23 triliun padahal pada 2019 beban lain-lain hanya Rp37,71 miliar.

Selain itu, beban dari pendanaan juga meningkat menjadi Rp1,22 triliun pada 2020, naik dari posisi 2019 yang sebesar Rp884,25 miliar.

Dengan demikian laba neto atau laba bersih perseroan sebesar Rp322,34 miliar anjlok 87,7 persen dari laba bersih pada 2019 yang sebesar Rp2,62 triliun.

Adapun, laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp185,76 miliar, menukik hingga 91,9 persen dari tahun sebelumnya yang dapat mencapai Rp2,28 triliun.

Walhasil, laba bersih per lembar saham dasar pun anjlok dari yang senilai Rp254,74 per lembarnya menjadi hanya Rp20,71 per lembarnya.

Di sisi lain, posisi kas dan setara kas pada akhir tahun meningkat menjadi Rp14,95 triliun dari posisi akhir tahun 2019 yang sebesar Rp10,34 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN wijaya karya emiten konstruksi Kinerja Emiten
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top