Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tertekan Dolar dan Yield Treasury AS, Harga Emas Loyo Lagi

Kenaikan yield Treasury AS dan dolar mendorong investor melepas aset logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Maret 2021  |  07:17 WIB
Emas Comex. - .Bloomberg
Emas Comex. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas kembali merosot lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Senin (8/3/2021) ke level terendah sejak April 2020.

Harga emas melanjutkan koreksinya untuk hari keempat berturut-turut menyusul tekanan dolar AS dan imbal hasil obligasi Treasury AS yang terus meningkat. Hal ini mendorong investor melepas aset logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April 2021 di Divisi COMEX New York Exchange, ditutup anjlok US$20,5 atau 1,21 persen ke US$1.678,00 per troy ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (5/3), emas berjangka turun US$2,2 atau 0,13 persen ke US$1.698,50 per troy ounce.

Sementara itu, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, melonjak ke level tertinggi tiga bulan, sementara imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10 tahun bertahan di kisaran level tertinggi lebih dari satu tahun.

"Kami memiliki ekonomi yang sedang pulih dan inflasi sedang terwujud; yang pada akhirnya berarti imbal hasil memiliki ruang untuk bergerak lebih tinggi," kata Kepala Strategi Komoditas di TD Securities Bart Melek, dilansir dari Antara.

Bart menambahkan bahwa harga emas bisa jatuh ke bawah level US$1.660 per troy ounce. Ia juga mencatat bahwa lonjakan nonfarm payrolls AS dan pasar saham merupakan cerminan dari ekonomi yang membaik dan bukan inflasi yang sangat tinggi.

Emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Persetujuan Kongres AS atas rencana stimulus Covid-19 senilai US$1,9 triliun dari Presiden Joe Biden gagal membuat logam tetap bertahan.

Para analis juga mengatakan kegagalan Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell untuk mengatasi lonjakan imbal hasil AS pekan lalu semakin menekan emas.

Analis pasar senior di OANDA Edward Moya mengatakan, meskipun pasar belum mendapat banyak tekanan balik dari Fed pada imbal hasil, sedikit keraguan bahwa Fed tidak akan bertindak pada akhirnya akan mendukung emas.

Tetapi dalam waktu dekat emas bisa diperdagangkan antara US$1.650 hingga US$1.700, dengan pergerakan di bawah US$1.650 kemungkinan akan mengundang beberapa tekanan jual.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini harga emas comex

Sumber : Antara

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top