Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Minyak Terlampau Tinggi, OPEC+ Beri Sinyal Tingkatkan Produksi

OPEC+ diprediksi akan membahas peluang peningkatan produksi 1,5 juta barel per hari dalam rapat yang berlangsung pada Kamis (4/3/2021).
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  16:27 WIB
Harga minyak naik - Ilustrasi
Harga minyak naik - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - OPEC+ siap untuk menyetujui peningkatan produksi pekan ini untuk mendinginkan reli yang cepat pada harga minyak mentah.

Meskipun demikian, masih terdapat perbedaan pendapat seperti Arab Saudi yang masih berhati-hati, sedangkan Rusia ingin membuka keran peningkatkan produksi.

Hal itu membuat OPEC+ diprediksi akan membahas peluang peningkatan produksi 1,5 juta barel per hari dalam rapat yang berlangsung pada Kamis (4/3/2021).

Kesepakatan untuk menaikkan pasokan OPEC + akan menjadi tanda terbaru bahwa ekonomi global pulih dari kerusakan yang ditimbulkan oleh pandemi virus corona. Harga minyak telah mengalami penderitaan selama satu tahun, yang didominasi oleh pengurangan produksi terbesar dalam sejarah.

Kendati demikian, pengorbanan itu telah membuahkan hasil, dan mendongkrak kembali harga minyak kembali ke level sebelum krisis di atas US$60 per barel.

Minyak mentah Brent naik 0,3 persen menjadi US$ 62,89 per barel pada 7:54 pagi di London. Patokan internasional telah melonjak lebih dari 20 persen tahun ini.

"Baik prospek ekonomi global dan prospek pasar minyak menunjukkan tanda-tanda perbaikan berkelanjutan," kata Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo seperti dikutip Bloomberg Rabu (3/3/2021).

"Hambatan ketidakpastian yang mengejutkan dan mengganggu pasar tahun lalu terus mereda."

Ada dua elemen berbeda untuk peningkatan produksi yang akan diperdebatkan oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya minggu ini.

Pertama, apakah kartel akan melanjutkan kenaikan produksi kolektif 500.000 barel per hari pada bulan April. Kedua, bagaimana Arab Saudi akan menghentikan pengurangan pasokan ekstra sebesar 1 juta barel per hari yang dibuat secara sukarela pada bulan Februari dan Maret.

Sementara itu, Rusia telah menjadi pendukung paling konsisten untuk kenaikan 500.000 barel per hari, dan anggota lainnya sekarang sebagian besar setuju bahwa itu harus dilanjutkan, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Eksekutif minyak terkemuka dari Uni Emirat Arab, yang juga mendukung kenaikan produksi pada pertemuan OPEC + baru-baru ini, memberikan penilaian bullish pasar pada hari Selasa.

"Permintaan minyak kuat. Permintaan akan naik ke atas level sebelum Covid-19 pada akhir tahun ini." ," kata Sultan Al Jaber, CEO Abu Dhabi National Oil Co., pada konferensi virtual CERAWeek IHS Markit Ltd.

Adnoc telah mengisyaratkan pihaknya bersiap untuk membuka keran produksi, mengalokasikan pelanggan minyak mentah Murban, Das, dan Zakum Hulu dalam volume yang lebih besar untuk bulan April dibandingkan dengan bulan Maret.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak opec harga minyak mentah wti

Sumber : Bloomberg.com

Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top