Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja ITMG Berpotensi Memanas, Bagaimana Proyeksi Sahamnya?

Selama 13 tahun terakhir ITMG juga konsisten membagikan dividen sebanyak 2 hingga 3 kali dalam setahun dengan dividen yield yang atraktif.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 24 Februari 2021  |  09:57 WIB
Direksi PT Indo Tambangraya Megah Tbk. menggelar konferensi pers usai menggelar rapat umum pemegang saham tahunan di Jakarta, Senin (25/3/2019)./Bisnis - M. Nurhadi Pratomo
Direksi PT Indo Tambangraya Megah Tbk. menggelar konferensi pers usai menggelar rapat umum pemegang saham tahunan di Jakarta, Senin (25/3/2019)./Bisnis - M. Nurhadi Pratomo

Bisnis.com, JAKARTA - Permintaan batu bara emiten PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) diproyeksikan akan tetap terjaga didorong dengan dibukanya kembali aktivitas ekonomi di beberapa negara.

Pemulihan tersebut terlihat dari PMI Manufacturing pada Januari 2021 di negara tujuan ekspor ITMG seperti Jepang, China, dan Filipina yang PMI masing-masing berada di level 49,8; 51,5; dan 52,5.

Pendiri Ellen May Institute (EMI) Ellen May mengatakan pemerintah China memberikan insentif agar operasional usaha tetap berjalan selama musim semi pada Maret-Juni. Hal tersebut akan mendorong konsumsi listrik china dan permintaan batubara tetap terjaga.

"Terlebih ITMG sebagai eksportir diuntungkan dengan masih dibatasinya impor batubara China dari Australia," kata Ellen May melalui risetnya Rabu (24/2/2021).

Dia mengatakan kecenderungan permintaan yang terjaga tersebut berpotensi menopang harga batu bara, sehingga hal ini akan berdampak pada pendapatan ITMG yang lebih stabil.

Produk batu bara ITMG juga memiliki kalori tinggi  yang membuat pendapatan ITMG lebih terjaga terhadap harga batu bara dibandingkan dengan ADRO dan PTBA.

Pada sembilan bulan pertama 2020, ITMG memiliki cadangan sumber daya sebesar 335 juta ton. Menurutnya, cadangan tersebut akan cukup untuk 14-15 tahun produksi dengan asumsi tingkat profil produksi saat ini.

Ellen mengatakan ITMG merencanakan pengembangan aset bisnis baru seperti emas dan nikel, serta batu bara sebagai prioritas utama. Di samping itu, ITMG terus melanjutkan ekspansi pembangkit listrik tenaga surya yang hingga saat ini difungsikan sebagai sumber listrik internal. PLTS tersebut diproyeksikan dapat menghasilkan 230 Megawatt per jam dan akan mengurangi emisi karbon sebesar 192 ton.

Tak hanya itu, selama 13 tahun terakhir ITMG juga konsisten membagikan dividen sebanyak 2 hingga 3 kali dalam setahun dengan dividen yield yang atraktif. ITMG membagikan dividen dengan rata-rata yield 5 dividen terakhir sebesar 19,1 persen.

"Saat ini ITMG diperdagangkan pada P/BV 1,11 kali dengan potensial upside sebesar 24,73 persen dari harga penutupan Senin (22/2/2021) menuju rata-rata P/BV 5 tahunannya di 1,46 kali," jelasnya.

Kemarin, saham ITMG bertengger di posisi Rp12.275. Pada hari ini, Rabu (24/2/2021) pukul 09.46 WIB, saham ITMG koreksi 0,61 persen atau 75 poin menjadi Rp12.200. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp13,79 triliun, dengan PER 24,8 kali.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara rekomendasi saham indo tambangraya megah
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top