Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

​Duh Rawan Koreksi, Cek Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Esok

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan esok, Rabu (23/2/2021).
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  21:04 WIB
Karyawati beraktivitas di sekitar logo PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di sekitar logo PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan terkonsolidasi pada perdagangan esok, Rabu (24/2/2021). Sejumlah saham dinilai masih menarik untuk dicermati investor.

Pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (23/2/2021), IHSG ditutup menguat 0,28 persen atau 17,49 poin ke level 6.272,81. Saham infrastruktur memimpin penguatan, disusul saham aneka industri dan perkebunan.

Sementara itu, indeks sektor pertambangan dan Property menjadi pemberat indeks dengan turun masing-masing 1,31 persen dan 1,05 persen.

Saham PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) mengalami kenaikan signifikan hingga 9,46 persen dan menjadi leader penguatan di sektor infrastruktur setelah rencana melakukan pemisahan atau spin off beberapa anak usahanya di bidang infrastruktur melalui pasar modal.

Head of Research Equity Technical Analyst Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi Taulat menuturkan pergerakan IHSG bergerak cenderung berfluktuasi sejak awal sesi perdagangan di tengah bervariasinya pergerakan saham global.

Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar Rp470.04 miliar rupiah dengan saham-saham TLKM, ANTM dan BBTN menjadi top net buy value.

"Secara teknikal IHSG bergerak terkonsolidasi berada di atas rata-rata 5 hari yang berada di level 6.237 dengan sebagai dukungan penguatannya secara psikologis," ujarnya, Selasa (23/2/2021).

IHSG terangnya, akan menguji resistance upper bollinger bands dan resistance fractal secara teknikal di kisaran 6310 sebagai konfirmasi penguatan lanjutan. Indikator stochastic terkonsolidasi dengan MACD yang flat.

"Dengan demikian, secara teknikal IHSG masih berpotensi terkonsolidasi dengan support resistance 6237-6314. Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; ASII, BRPT, INDF, JPFA, JSMR, SSMS, dan WSKT," katanya.

Di sisi lain, mayoritas indeks saham Asia menguat kecuali indeks CSI300 (-0.32%) yang melemah. Indeks Nikkei (+0.46%), TOPIX (+0.49%) dan HangSeng (+1.03%) ditutup menguat.

Penguatan ini terjadi saat indeks berjangka AS berfluktuasi karena investor menilai prospek pertumbuhan ekonomi setelah lonjakan yield obligasi dan harga komoditas mampu menekan saham-saham teknologi.

Bursa Eropa membuka perdagangan dengan melemah. Indeks Euro Stoxx (-1.23%), FTSE (-0.52%), DAX (-1.62%) dan CAC 40 (-0.55%) turun lebih dari setengah persen. Saham-saham sektor teknologi bergerak melemah untuk hari kedua berturut-turut sementara saham yang related dengan pertambangan energi menguat.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca



Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top