Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IPC Siapkan Dua Anak Usaha IPO, ASDP Siapkan Diri Sendiri

IPC telah melakukan persiapan IPO beberapa anak perusahaan namun waktu pelaksanaanya masih dikaji dan dikoordinasikan dengan Kementerian BUMN. Sedangkan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan masih bersiap-siap untuk dapat melantai di bursa saham.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 04 Februari 2021  |  14:13 WIB
Kapal ferry saat memasuki pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (11/2/2020). Bisnis -  Paulus Tandi Bone
Kapal ferry saat memasuki pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah BUMN menyiapkan diri dan anak usahanya untuk dapat segera masuk dalam bursa saham melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC menyiapkan dua anak usahanya sementara PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga bersiap mengumpulkan dana segar dari pasar modal.

Corporate Secretary IPC Ari Santoso mengungkapkan secara internal IPC telah melakukan persiapan IPO beberapa anak perusahaan, mengingat jumlah anak usaha IPC mencapai 17 perusahaan dan dua diantaranya sudah tercatat di pasar modal.

"Namun waktu pelaksanaanya masih dikaji dan dikoordinasikan dengan Kementerian BUMN, serta mencermati kondisi pasar yang ada sampai batas waktu yang belum ditentukan," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (4/2/2021).

Menurutnya, sambil menunggu pelaksanaan IPO tersebut secara internal IPC terus meningkatkan kinerja anak perusahaan tersebut agar nantinya dapat diterima oleh para investor pasar modal.

Dia menyebut secara umum seluruh anak perusahaan yang ada terus ditingkatkan kinerjanya. Adapun, perusahaan yang dinilai sudah siap dan berkategori baik yakni PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) dan PT IPC Terminal Petikemas (TPK).

"PT PTP serta PT IPC TPK termasuk dalam kategori yang baik dari aspek kesiapannya. Walaupun, batas waktu pelaksanaanya belum bisa ditentukan," katanya.

IPC memiliki 17 anak perusahaan dan perusahaan afiliasi yang terdiri atas PT Pelabuhan Tanjung Priok, PT Jakarta International Container Terminal, PT Pengembang Pelabuhan Indonesia, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC), PT Energi Pelabuhan Indonesia, PT Integrasi Logistik Cipta Solusi, PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia, PT Pengerukan Indonesia, dan PT Electronic Data Interchange Indonesia.

Selain itu, terdapat PT Terminal Pelabuhan Indonesia II / IPC Petikemas Indonesia, PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia, PT IPC Terminal Petikemas, PT Rumah Sakit Pelabuhan, PT Multi Terminal Indonesia, PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM), KSO TPK Koja serta PT Pelabuhan Indonesia Investama.

IPC juga memiliki 3 cucu perusahaan antara lain PT Akses Pelabuhan Indonesia, PT New Priok Container Terminal 1 dan PT Menara Maritim Indonesia.

Terpisah, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi menuturkan pihaknya masih bersiap-siap untuk dapat membuat perusahaannya melantai di bursa saham.

"Kami lagi siap-siap. Datanglah ke saya lagi pada Mei 2021, nanti kami bisa cerita lebih lengkap [soal rencana IPO]," ujarnya saat dihubungi Bisnis.

ASDP disebut telah mendapat lampu hijau dari para pemegang saham untuk mencari pendanaan melalui pasar modal, tepatnya lewat skema penawaran umum perdana saham. Dari sisi target, direncanakan melantai pada 2022.

Pada 2019, ASDP berhasil mencatatkan pendapatan Rp3,2 triliun dengan laba bersih Rp315 miliar. Hasil itu tumbuh signifikan dibandingkan dengan 2018 dengan catatan pendapatan sebesar Rp2,79 triliun dan laba bersih Rp253 miliar.

ASDP mengoperatori 35 pelabuhan, 203 kapal, 206 rute penyeberangan di Indonesia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN ipc asdp initial public offering
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top