Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pandemi Tak Halangi Niat Ekspansi Ace Hardware (ACES)

Ace Hardware Indonesia berencana melanjutkan ekspansi dengan membuka 9—10 gerai baru pada 2021. Target tersebut relatif lebih sedikit dibandingkan realisasi pembukaan gerai baru pada tahun lalu yang sebanyak 14 gerai.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  16:01 WIB
Ilustrasi salah satu outlet Ace Hardware. - aceharware.co.id
Ilustrasi salah satu outlet Ace Hardware. - aceharware.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Kondisi pandemi tak menyurutkan niat PT Ace Hardware Indonesia Tbk. untuk melakukan ekspansi. Tahun ini, emiten dengan kode saham ACES tersebut akan membuka gerai baru sebanyak 10 toko untuk menangkap momentum pemulihan daya beli masyarakat.

Ace Hardware Indonesia berencana melanjutkan ekspansi dengan membuka 9—10 gerai baru pada 2021. Target tersebut relatif lebih sedikit dibandingkan realisasi pembukaan gerai baru pada tahun lalu yang sebanyak 14 gerai.

Seiring dengan penurunan jumlah gerai yang akan dibuka, belanja modal (capital expenditure) perseroan juga ditekan menjadi Rp150 miliar dari anggaran pada awal 2020 yang senilai Rp250 miliar.

“Capex tahun ini sekitar Rp150 miliar. Gerai baru antara 9—10 gerai,” kata Sekretaris Perusahaan Ace Hardware Indonesia Helen Tanzil kepada Bisnis, baru-baru ini.

Pada masa pandemi 2020, ACES membuka 14 gerai seluas total 39.100 meter persegi yang tersebar di beberapa daerah. Dengan demikian, hingga akhir tahun lalu ACES telah memiliki total 208 gerai di seluruh Indonesia.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Christine Natasya menjelaskan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang baru dilakukan pemerintah pada awal tahun ini, walaupun sudah diperlonggar, bisa menjadi tantangan kinerja ACES

PPKM terbaru yang berlaku pada 26 Januari - 8 Februari 2021 akan memperbolehkan mal dibuka hingga pukul 20.00 atau lebih panjang satu jam dari PPKM sebelumnya.

“Kami tetap menurunkan ekspektasi [penjualan ACES] di kuartal I/2021 karena pemulihan trafik pengunjung akan lebih lambat dari perkiraan,” tulis Christine dalam riset terbaru, dikutip Kamis (28/1/2021).

Di sisi lain, Christine memperkirakan nilai tukar rupiah bakal lebih stabil pada tahun ini. Dengan demikian, ACES bisa mencapai marjin laba kotor (GPM) yang lebih tinggi dibandingkan 2020.

Adapun, ACES mampu membukukan penjualan senilai Rp772 miliar pada Desember 2020. Realisasi itu turun 12,2 persen secara tahunan, namun secara bulanan menunjukkan kenaikan signifikan 32,4 persen.

Secara kumulatif, penjualan ACES pada kuartal IV/2020 tercatat turun 10,3 persen menjadi Rp1,9 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang tahun lalu, ACES membukukan total pendapatan Rp7,46 triiun.

Sementara itu, pertumbuhan rata-rata penjualan di tiap toko atau same store sales growth (SSSG) pada tahun lalu turun 9,3 persen. Tingkat SSSG pada Desember 2020 anjlok hingga 14,5 persen secara tahunan atau lebih dalam dibandingkan pelemahan SSSG pada bulan sebelumnya yang turun 6,7 persen.

“Kami melihat pelemahan SSSG disebabkan oleh penurunan trafik pengunjung karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diperketat di Jakarta saat libur Natal dan Tahun Baru,” tulis Christine.

Biasanya, libur Natal dan Tahun Baru menjadi momen ACES mengerek penjualan. Akan tetapi, pandemi Covid-19 yang meradang khususnya sejak libur panjang pada Oktober dan November mendorong pemerintah membatalkan libur panjang akhir tahun dan memperketat PSBB.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ace hardware ekspansi usaha
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top