Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tambah Pabrik, Dharma Satya (DSNG) Patok Capex 2021 Rp1 Triliun

Dharma Satya Nusantara (DSNG) menargetkan capital expenditure (capex) pada 2021 senilai Rp1 triliun yang akan berasal dari kantong internal dan pinjaman.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  19:30 WIB
Hamparan perkebunan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. Istimewa
Hamparan perkebunan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten perkebunan, PT Dharma Satya Nusantara Tbk., mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure hingga Rp1 triliun pada tahun ini.

Direktur Dharma Satya Nusantara Jenti Widjaja mengatakan bahwa perseroan menargetkan capital expenditure (capex) pada 2021 senilai Rp1 triliun yang akan berasal dari kantong internal dan pinjaman.

“Capex akan digunakan untuk menyelesaikan dua pabrik kelapa sawit atau PKS yang akan rampung tahun ini dan ada penambahan pembangunan pabrik Bio-CNG baru,” ujar Jenti kepada Bisnis, Senin (25/1/2021).

Untuk diketahui, emiten berkode saham DSNG itu sedang membangun dua PKS di Kalimantan yang ditargetkan dapat beroperasi secara komersil pada semester II/2021.

DSNG membangun PKS di Muara Wahyu, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur dengan kapasitas olah sebesar 60 ton Tandan Buah Segar (TBS) per jam dan progres sudah mencapai 60 persen.

PKS lainnya, dibangun di Nangabulik, Kalimantan Tengah dengan kapasitas olah 45 ton TBS per jam dan progres pengembangan sudah 80 persen.

Berdasarkan catatan Bisnis, total investasi PKS Muara Wahyu sebesar Rp220 miliar, sedangkan PKS Nangabulik sebesar Rp173 miliar.

Dengan penambahan dua PKS itu, maka DSNG akan memiliki 12 PKS dengan total kapasitas mencapai 675 ton TBS per jam.

Selain itu, Janti juga menjelaskan perseroan akan membangun pabrik Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG), menyambung kesuksesan pembangunan satu pabrik sebelumnya yang rampung tahun lalu.

Adapun, pabrik Bio-CNG itu memanfaatkan limbah cair atau palm oil mill effluent (POME) dari PKS yang mengandung gas metana (CH4), sehingga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang berdampak buruk terhadap lingkungan.

Di samping itu, pemanfaatan POME yang berasal dari 1 PKS dengan kapasitas 60 ton TBS per jam, akan menghemat penggunaan bahan bakar solar hingga 2 juta liter per tahun.

Jenti menjelaskan bahwa pengembangan pabrik Bio-CNG tahun ini akan memiliki kapasitas yang jauh lebih besar daripada pabrik yang sudah ada.

Untuk diketahui, DSNG telah merampungkan pabrik Bio-CNG dengan kapasitas 280 m3 per jam dan menghasilkan output listrik sebesar 1,2 Megawatt, yang berlokasi di Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur pada 2020.

Pabrik itu dibangun sejak Desember 2018 dan sempat tertunda pembangunannya pada kuartal I/2020 seiring dengan pembatasan aktivitas keluar-masuk wilayah kebun akibat Pandemi Covid-19.

“Pabrik Bio-CNG yang baru itu menggabungkan 2 PKS menjadi 1, kalau sebelumnya hanya 1 PKS saja dan bisa hemat 2 juta liter solar per tahun. Dengan pabrik yang baru ini akan tambah hemat 4 juta liter solar. Jadi, total kami berhemat solar hingga 6 juta liter per tahun,” papar Jenti.

Dia menargetkan pabrik Bio-CNG baru ini akan beroperasi secara komersil pada 2022. Kendati demikian, DSNG belum memberikan secara detil besaran investasi yang dikeluarkan perseroan untuk pembangunan pabrik tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten sawit capex dharma satya nusantara
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top