Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Operasional OB Delta Dunia (DOID) Turun 26 Persen

Manajemen Delta Dunia Makmur menjelaskan bahwa penurunan kinerja operasional sepanjang 2020 disebabkan oleh pasar batu bara yang melemah secara keseluruhan dan berkepanjangan.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 21 Januari 2021  |  12:37 WIB
Direktur Utama PT Delta Dunia Makmur Tbk Hagianto Kumala (tengah), berbincang dengan Direktur Ariani Vidya Sofjan (kanan) dan Direktur Eddy Porwanto Poo seusai rapat umum pemegang saham tahun (RUPST) di Jakarta, Rabu (22/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Delta Dunia Makmur Tbk Hagianto Kumala (tengah), berbincang dengan Direktur Ariani Vidya Sofjan (kanan) dan Direktur Eddy Porwanto Poo seusai rapat umum pemegang saham tahun (RUPST) di Jakarta, Rabu (22/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten kontraktor tambang PT Delta Dunia Makmur Tbk. melalui entitas usahanya PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), mencatatkan volume overburden removal sepanjang 2020 sebesar 281,8 juta bcm.

Berdasarkan laporan bulanan emiten berkode efek DOID itu, perolehan overburden removal (OB) sepanjang 2020 turun 26 persen dibandingkan dengan pencapaian 2019.

Sementara itu, DOID membukukan volume produksi sebesar 45,3 juta ton pada 2020. Raihan itu juga turun 9 persen dibandingkan dengan 2019.

Lebih rinci, volume OB perseroan pada Desember 2020 sebesar 17 juta bcm, sedangkan produksi sebesar 4,1 juta ton. Realisasi itu, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yaitu volume OB sebesar 18,4 juta bcm dan produksi batu bara sebesar 4,2 juta ton.

Manajemen Delta Dunia Makmur menjelaskan bahwa penurunan kinerja operasional sepanjang 2020 disebabkan oleh pasar batu bara yang melemah secara keseluruhan dan berkepanjangan.

Hal itu mendorong pelanggan untuk menurunkan tingkat produksi menjelang akhir tahun 2020.

“Tingkat pemulihan volume akan terus bergantung pada harga batu bara dan pemulihan permintaan, serta bagaimana keberlanjutannya,” tulis Manajemen Delta Dunia Makmur dikutip dari laporan bulanannya, Kamis (21/1/2021).

Sebelumnya, Head of Investor Relations Delta Dunia Makmur Regina Korompis juga mengatakan bahwa seiring dengan tren kenaikan harga batu bara yang masih berlangsung hingga saat ini, perseroan melihat prospek yang lebih positif untuk 2021.

“Kami bisa melihat prospek yang lebih positif untuk 2021, dan efek apa pun dari kenaikan harga batu bara saat ini tampaknya baru akan tercermin pada 2021,” ujar Regina kepada Bisnis, Jumat (11/12/2020).

Kendati demikian, prospek positif itu tidak serta merta akan menutupi segala tantangan bisnis yang ada. Kinerja masih dibayangi curah hujan yang tinggi seiring dengan fenomena La Nina. Umumnya, curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan kinerja kurang efisien daripada cuaca yang lebih kering.

Di lantai bursa, pada penutupan perdagangan sesi I Kamis (21/1/2021), saham DOID parkir di level Rp374, naik 3,31 persen. Sepanjang tahun berjalan 2021, saham DOID telah menguat 2,76 persen. Kapitalisasi pasar DOID berada di posisi Rp3,22 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara emiten tambang Kinerja Emiten delta dunia makmur
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top