Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Fokus ke Komentar The Fed, Wall Street Menguat Tipis

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,08 persen pada awal perdagangan, sedangkan indeks S&P 500 menguat 0,04 persen dan indeks Nasdaq Composite naik 0,01 persen.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  21:46 WIB
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. -  Michael Nagle / Bloomberg
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat bergerak menguat tipis pada awal perdagangan Kamis (14/1/2021) karena investor fokus pada komentar dari Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa mengenai prospek stimulus moneter.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,08 persen pada awal perdagangan, sedangkan indeks S&P 500 menguat 0,04 persen dan indeks Nasdaq Composite naik 0,01 persen.

Presiden Federal Reserve Bank St Louis James Bullard mengatakan bahwa mengatasi pandemi tetap menjadi prioritas kebijakan. Komentar ini kemudian digaungkan oleh kepala The Fed wilayah Boston Eric Rosengren.

Komentar tersebut meredakan kekhawatiran bahwa The Fed mungkin akan mengulangi penerapan taper tantrum pada tahun 2013, ketika penarikan stimulus moneter menimbulkan volatilitas di pasar keuangan.

Di Eropa, anggota dewan gubernur European Central Bank (ECB) Francois Villeroy de Galhau mengatakan bank sentral akan menjaga sikap longgar selama diperlukan. Sementara itu, investor AS terhibur dari pernyataan dua pejabat Federal Reserve yang menolak kemungkinan pengurangan pembelian obligasi dalam waktu dekat.

Tim analis Deutsche Bank AG termasuk Jim Reid mengatakan komentar terkoordinasi dari gubernur Fed membantu menurunkan imbal hasil obligasi.

"Tahun ini baru berlangsung selama tujuh hari kerja dan kami telah melihat adanya debat tapering yang dimainkan oleh The Fed,” ungkap Deutsche Bank, seperti dikutip Bloomberg.

Saham General Motors Co. menguat 3,6 persen dalam perdagangan pre-opening di AS. Pada hari Selasa, GM mengumumkan rencananya untuk memasuki kendaraan listrik dengan membuat anak usaha BrightDrop yang akan memasok van bertenaga baterai dan menawarkan layanan manajemen armada.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top