Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sektor Perbankan dan Properti Topang Penguatan IHSG 0,2 Persen

Dari 10 sektor saham, 4 di antaranya berhasil menguat, sedangkan 6 lainnya koreksi. Sektor properti yang naik 1,59 persen dan finansial 1,01 persen memimpin pengutan.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 12 Januari 2021  |  16:31 WIB
Karyawan melintasi layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintasi layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan berhasil menutup perdagangan Selasa (12/1/2021) di zona hijau dengan dorongan utama dari sektor properti dan perbankan.

Hingga sesi penutupan, indeks harga saham gabungan atau IHSG parkir di level 6.395,669, menguat 0,2 persen. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di rentang 6.353,307 hingga 6.435,96.

Dari 10 sektor saham, 4 di antaranya berhasil menguat, sedangkan 6 lainnya koreksi. Sektor properti yang naik 1,59 persen dan finansial 1,01 persen memimpin pengutan.

Investor asing tercatat masih mencatatkan transaksi net buy hampir Rp1 triliun, tepatnya Rp923,91 miliar dengan sasaran utama aksi beli tertuju kepada saham perbankan.

Terpantau 194 saham menguat, 305 saham koreksi, dan 135 saham stagnan. Total transaksi mencapai Rp25,99 triliun dan kapitalisasi pasar Rp7.486,26 triliun.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) menjadi yang paling banyak diburu asing hingga Rp632,3 miliar, disusul oleh PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) dengan net buy Rp160,1 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencapai Rp71,1 miliar.

Adapun, saham-saham perbankan juga berhasil mengisi jajaran top gainers IHSG kali ini. Saham PT BPD Banten Tbk. (BEKS) naik 28,72 persen, diikuti saham PT Bank Bukopin Tbk. (BBKP) naik 24,59 persen, saham PT Bank BRIsyariah Tbk. (BRIS) naik 23,68 persen, dan saham PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. (AGRO) naik 20,53 persen.

Sementera itu, pelemahan dipimpin oleh saham PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL) turun 5,32 persen, diikuti saham Kalbe Farma Tbk. (KLBF) turun 4,55 persen, dan saham PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk. (MCOR) terkoreksi 4,4 persen.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan bahwa pasar sangat menyambut baik periode January Effect yang terjadi pada tahun ini.

Selain itu, optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia juga menjadi katalis yang sangat positif bagi pasar modal domestik.

“Belum lagi, sentimen euforia penyelenggaraan vaksinasi massal juga disikapi positif oleh para pelaku pasar,” papar Nafan kepada Bisnis, Selasa (12/1/2021).

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan disuntik vaksin Covid-19 buatan Sinovac pada Rabu (13/1/2021). Proses vaksinasi Presiden akan disiarkan secara langsung oleh sejumlah media nasional.

Adapun, CoronaVac sebagai vaksin Covid-19 produksi perusahaan Sinovac resmi mendapatkan izin penggunaan darurat atau EUA dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, Senin (11/1/2021).

Simak kinerja indeks sektoral saham hari ini, Selasa (12/1/2021).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG finansial Indeks BEI properti
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top