Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Melonjak 2 Persen, Dana Asing Masuk hingga Rp2 Triliun

Hingga akhir sesi II pukul 15.00 WIB, IHSG naik 2 persen atau 125,1 poin menjadi 6.382,94. Sepanjang hari ini, IHSG bergerak di rentang 6.278,37-6.382,94.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  15:03 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan menguat seiring dengan masuknya dana investor asing hingga Rp2 triliun.

IHSG berhasil menguat pada hari pertama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat Jawa—Bali, Senin, (11/1/2021)

Untuk diketahui, pemerintah sudah mengumumkan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali mulai 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021.

Adapun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah menerbitkan Kebijakan yang tertuang dalam Keputusan Gubernur No. 19/2021 dan Peraturan Gubernur No. 3/2021 terkait PSBB ketat.

Pada awal pembukaan pasar pada Senin (11/1/2021) hingga pukul 09.05 WIB, indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau menguat 1,18 persen ke posisi 6.331,97. Adapun, pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG juga ditutup menguat 1,45 persen ke level 6153,63.

Hingga akhir sesi II pukul 15.00 WIB, IHSG naik 2 persen atau 125,1 poin menjadi 6.382,94. Sepanjang hari ini, IHSG bergerak di rentang 6.278,37-6.382,94.

Total net buy investor asing mencapai Rp2,29 triliun jelang penutupan. Sejumlah saham big caps  menjadi buruan utama seperti BBRI, BBCA, BMRI, TLKM, dan ASII.

Sebelumnya, analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan bahwa pasar saat ini menyambut baik periode January Effect tahun ini, di mana pasar dikelilingi banyak optimisme setelah hampir sepanjang tahun lalu dalam tekanan.

Optimisme pemulihan ekonomi baik dari domestik maupun global telah menjadi fokus utama pasar saat ini.

Di pasar domestik, perilisan data cadangan devisa untuk periode Desember 2020 yang menggemuk menjadi US$135,9 miliar dibandingkan dengan perilisan sebelumnya, US$133,6 miliar semakin meningkatkan optimisme pasar.

Selain itu di pasar global, US ISM Services PMI periode Desember 2020juga berhasil dirilis meningkat menjadi 57,2 dari 55,9 pada perilisan bulan sebelumnya.

"Para pelaku pasar juga mengapresiasi komitmen pemerintah dalam mengoptimalisasikan program pemulihan ekonomi nasional, belum lagi adanya euforia dari establishment of Indonesia Investment Authority yang sangat disikapi positif pasar,” ujar Nafan kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Di sisi lain, keputusan Kongres AS yang mengesahkan kemenangan presiden terpilih Joe Biden juga berhasil menjadi tambahan katalis positif bagi indeks komposit.

Sementara itu, sebagian besar Bursa Asia tergelincir bersama dengan bursa berjangka AS pada Senin (11/1/2021) karena para pelaku pasar mempertimbangkan implikasi dari kenaikan imbal hasil Treasury AS di tengah dorongan Presiden terpilih Joe Biden untuk bantuan fiskal lebih yang besar.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China ditutup melemah masing-masing 1,08 persen dan 0,99 persen. Sementara itu, indeks Kospi ditutup melemah 0,12 persen.

Di sisi lain, indeks Hang Seng menguat tipis 0,04 persen, sedangkan bursa saham Jepang ditutup karena hari libur. Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,9 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI investor asing
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top