Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Serok Saham GJTL, Lo Kheng Hong Cuan Rp29 Miliar dalam Sehari

Lonjakan harga saham PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL) dalam sehari pada Jumat (8/1/2021) lalu, membuat investor kawakan Lo Kheng Hong (LKH) meraup cuan yang cukup besar.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 10 Januari 2021  |  19:10 WIB
Investor saham yang dijuluki Warren Buffet Indonesia Lo Kheng Hong memaparkan materinya pada acara Mega Talkshow Investasi 2020 di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020). Bisnis - Rachman
Investor saham yang dijuluki Warren Buffet Indonesia Lo Kheng Hong memaparkan materinya pada acara Mega Talkshow Investasi 2020 di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Investor kenamaan Indonesia, Lo Kheng Hong (LKH) mulai meraup cuan dari kepemilikan sahamnya di PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL). Akankah saham produsen ban ini terus menanjak?

Pria yang dijuluki sebagai Warren Buffet Indonesia ini meraup cuan sekitar Rp29 miliar dari saham GJTL dalam sehari pada perdagangan Jumat (8/1/2021) lalu. Perolehan itu tak lepas dari kenaikan harga saham GJTL sebanyak 165 poin atau 25 persen pada perdagangan hari tersebut.

Adapun, Lo memegang 176,48 juta lembar saham GJTL. Jumlah itu setara dengan kepemilikan 5,06 persen saham perseroan tersebut.

“Jumat harga saham GJTL naik 165 [poin]. Saya punya 176 juta lembar, 1 hari dikasih cuan 29 miliar, saya tidak ambil, padahal ada yang pasang beli 1.274.226 lot,” tuturnya, seperti dikutip Minggu (10/1/2021)

Sebelumnya, LKH memborong saham GJTL di awal tahun ini. Sampai dengan 31 Desember 2020, hanya ada dua pemegang saham GJTL di atas 5 persen yakni Denham PTE LTD sebesar 49,50 persen dan Compagnie Financiere Michelin SCMA sebesar 10 persen.

Namun, komposisi berubah menurut laporan KSEI hingga posisi Rabu (6/1/2021). Nama Lo Kheng Hong masuk ke dalam daftar investor dengan total kepemilikan di atas 5 persen yakni memegang 176,48 juta lembar saham atau setara 5,06 persen.

Seperti yang sudah-sudah, meski kinerja perusahaan tengah tertekan, LKH meyakini bahwa secara fundamental kondisi GJTL masih bagus dan akan mencetak untung di masa mendatang.

“Gajah Tunggal adalah pabrik ban terbesar di Asia Tenggara dengan penjualan Rp9,6 Triliun selama periode sembilan bulan 2020. Nilai buku per saham Rp1.782,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (8/1/2021).

Laporan keuangan GJTL periode kuartal III/2020 menunjukkan perseroan membukukan pendapatan Rp9,61 triliun per 30 September 2020. Namun, realisasi itu turun 19,4 persen dibandingkan dengan Rp11,9 triliun periode yang sama tahun lalu.

Emiten produsen ban itu menekan beberapa pos beban sepanjang sembilan bulan 2020. Namun, perseroan membukukan kerugian kurs mata uang asing bersih Rp304,4 miliar pada kuartal III/2020. Realisasi itu berbalik dari keuntungan Rp115,7 miliar periode yang sama tahun lalu.

Akibatnya, GJTL membukukan rugi bersih Rp104,59 miliar per 30 September 2020 atau berbalik dari laba bersih Rp139,5 miliar pada kuartal III/2019.

Lo Kheng Hong sepertinya tidak ambil pusing dengan rugi bersih yang dialami oleh GJTL. Menurutnya, kerugian itu disebabkan rugi kurs senilai Rp304 miliar.

“Secara operasional, Gajah Tunggal masih menguntungkan. Pada akhir Desember 2020, rupiah menguat sehingga kerugian kurs berkurang banyak dan bisa membuat Gajah Tunggal berubah menjadi laba,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gajah tunggal lo kheng hong
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top