Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Tembus 6.100 Lagi, Investor Asing Borong Saham BUMN BBRI dan TLKM

Pada pukul 09.01 WIB, IHSG naik 0,81 persen menuju 6.115,09. Investor asing cenderung masuk dengan net buy Rp69,4 miliar.
Dhiany Nadya Utami & Dwi Nicken Tari
Dhiany Nadya Utami & Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  09:04 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound pada Kamis (7/1/2021) seiring dengan masuknya investor asing.

Saat preopening, IHSG naik 0,43 persen menjadi 6.091,72. Dari seluruh saham Indeks LQ45, sejumlah 33 saham menguat, 4 koreksi, dan 8 stagnan.

Pada pukul 09.01 WIB, IHSG naik 0,81 persen atau 49,41 poin menuju 6.115,09. Investor asing cenderung masuk dengan net buy Rp69,4 miliar.

Sejumlah saham utama yang paling diburu investor asing ialah BBRI, TLKM, ADRO, dan BMRI.

Sebelumnya, Pada Rabu (6/1/2021), IHSG ditutup melemah 71,66 poin atau 1,17 persen ke level 6.065,68, setelah sempat anjlok 2 persen lebih.

Presiden Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menyampaikan pasar akan memantau rilis data perekonomian cadangan devisa pada hari ini yang disinyalir masih berada dalam kondisi stabil.

Namun, IHSG terlihat masih betah bergerak dalam rentang konsolidasi wajar pasca mengalami kenaikan dalam beberapa waktu sebelumnya, sehingga jika terjadi konsolidasi wajar para investor masih dapat memanfaatkan momentum untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek.

"Hari ini diperkirakan IHSG bergerak di rentang 5944 - 6202," paparnya.

Pengamat Pasar Modal MNC Asset Manajemen menyampaikan dari sisi eksternal harapan akan adanya paket stimulus yang lebih besar menyusul kemenangan anggota Senat dari Partai Demokrat dalam Pemilu ulang di Georgia menjadi pendorong DJIA kembali menguat sebesar 1,44 persen.

Di sisi lain, sejumlah harga komoditas mengalami penguatan seperti CPO 3,17 persen, minyak 0,74 persen, dan nikel 0,24 persen berpotensi menjadi katalis dalam perdagangan Kamis (7/1/2021) ini.

Sementara itu, penerapan pembatasan aktivitas masyarakat di Jawa dan Bali pada 11 Januari hingga 25 Januari 2021 mendatang berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi Indonesia di awal tahun.

"Padahal harga saham dibeberapa sektor yang terkena dampak PSBB ketat tersebut sudah keburu naik kencang, sehingga tidak perlu heran jika terjadi aksi jual kembali," paparnya dalam publikasi riset.

Lebih lanjut, aksi profit taking lanjutan juga berpotensi terjadi Kamis ini menyusul kejatuhan EIDO sebesar -1,17 persen, serta investor dapat melakukan aksi profit taking saham berbasis batu bara.

Pasalnya, harga Coal Newcastle Port kembali turun cukup tajam sehingga perlu diwaspadai kejatuhannya dimana harga Coal delivery Februari 2021 turun sebesar -1,97 persen, serta Coal delivery Maret 2021 turun sebesar -3,07 persen.

Investor juga perlu waspada atas saham berbasis komoditas emas dan timah menyusul kejatuhan harga emas sebesar -1,76 persen dan timah sebesar -0,55 persen.

Edwin memprediksi IHSG hari ini akan bergerak di rentang 6,023 - 6,114, dengan rupiah di kisaran Rp13,830-Rp13,970 per dolar AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG cadangan devisa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top