Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukan BUMI, Ini Saham Grup Bakrie Yang Paling Moncer Sepanjang 2020

saham PT Energi Mega Persada Tbk. meroket 158 persen sepanjang 2020 menjadi Rp129 per saham pada akhir perdagangan Rabu (30/12/2020). Kinerja tersebut paling cuan dibandingkan dengan emiten Grup Bakrie lainnya.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 01 Januari 2021  |  14:00 WIB
Bukan BUMI, Ini Saham Grup Bakrie Yang Paling Moncer Sepanjang 2020
Salah satu lokasi aktivitas bisnis PT Energi Mega Persada Tbk - Energi/mp.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja saham PT Energi Mega Persada Tbk. melesat jauh di atas harga saham emiten Grup Bakrie lainnya pada 2020.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, emiten berkode saham ENRG itu meroket 158 persen sepanjang 2020 menjadi Rp129 per saham pada akhir perdagangan Rabu (30/12/2020).

Sementara itu, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) mencatatkan kenaikan 59,62 persen secara year-to-year (yoy) menjadi Rp83 per saham.

Saham dibawah Grup Bakrie lainnya yang mencatatkan kinerja positif adalah PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP) dan PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA). Saham UNSP terpantau naik 12,87 persen pada tahun lalu menjadi Rp114 per saham dan MDIA menguat 12 persen menjadi Rp56 per saham.

Menyusul di belakang UNSP dan MDIA adalah induk usaha BRMS, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan kenaikan 9,09 persen ke level harga Rp72 per saham.

Di sisi lain, saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) mencatatkan penurunan sebesar 33,33 persen dan parkir di level Rp50 pada penutupan perdagangan akhir tahun.

Sementara itu, beberapa saham Grup Bakrie juga masih berkutat di level Rp50 atau saham gocap. Beberapa diantaranya adalah PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).

Di sisi lain, Energi Mega Persada akan menggelontorkan dana belanja modal hingga US$100 juta untuk tahun ini atau sekitar Rp1,42 triliun (Kurs Rp14.218).

Direktur Energi Mega Persada Edoardus A. Windoe mengatakan belanja modal terutama akan digunakan untuk pengembangan kapasitas produksi blok minyak dan gas yang dimiliki.

“Peningkatan produksi ini terutama akan dilakukan pada tiga blok produksi di Buzi, Selat Malaka, dan Bentu,” katanya dalam paparan publik perusahaan secara daring pada Selasa (22/12/2020).

Hingga kuartal III/2020, total produksi gas emiten Grup Bakrie menjadi 175 juta MMSCFD dari sebelumnya 154 juta MMSCFD pada 2019 lalu. Sementara itu, produksi minyak juga naik 30 persen dari 2.300 barel per hari di 2019 menjadi 3.000 barel per hari pada kuartal III/2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumi resources energi mega persada Grup Bakrie
Editor : Rivki Maulana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top